Di lapangan, harga gas melon di Nusa Tenggara Barat sangat bergantung pada jarak dari agen resmi dan moda transportasi. Untuk wilayah Kota Mataram dan sekitarnya, harga biasanya lebih mendekati HET karena infrastruktur distribusi yang lebih rapat. Namun, di daerah seperti Lombok Utara, Sumbawa, atau Bima, Anda bisa menemukan selisih harga yang cukup mencolok.
Penyebabnya bukan semata ulah pengecer. Faktor geografis berupa kepulauan membuat biaya angkut dari pangkalan ke warung-warung kecil membengkak. Kapal feri dan truk pengangkut menambah rantai biaya yang pada akhirnya dibebankan ke konsumen akhir.
Pemerintah provinsi melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB rutin mengeluarkan surat edaran HET, tetapi pengawasan di tingkat pengecer masih menjadi pekerjaan rumah. Di beberapa desa di Pulau Sumbawa, warga mengaku harus merogoh kocek lebih dalam karena hanya ada satu pengecer yang melayani wilayah tersebut.
Subsidi gas elpiji 3 kg diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan rentan, usaha mikro, serta petani dan nelayan sasaran. Di NTB, kriteria ini sering menjadi perdebatan di lapangan. Banyak warga yang secara ekonomi tidak masuk kategori miskin namun tetap membeli gas melon karena tidak ada alternatif yang lebih murah.
Pendataan dilakukan oleh pemerintah desa/kelurahan melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Jika nama Anda tidak tercatat, Anda tidak akan bisa membeli gas subsidi di pangkalan resmi yang menggunakan sistem Merchant Application (MERCHANT). Sistem ini mewajibkan pembeli menunjukkan KTP elektronik dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) saat transaksi.
Di beberapa kecamatan di Lombok Tengah, sistem ini sudah berjalan cukup ketat. Namun, di pelosok yang sinyal internet terbatas, pendataan manual masih sering terjadi, membuka celah bagi pembeli yang tidak berhak.
Langkah pertama adalah pastikan Anda membeli di pangkalan resmi Pertamina, bukan di pengecer liar. Pangkalan resmi biasanya memiliki papan nama biru putih dan terdaftar di situs resmi Pertamina. Di NTB, pangkalan banyak tersebar di sepanjang jalan utama seperti Jalan Pejanggik di Mataram atau Jalan Soekarno-Hatta di Kota Bima.
Saat membeli, siapkan KTP asli. Petugas akan memindai barcode atau mencatat NIK Anda ke dalam sistem. Jika Anda membeli untuk keperluan usaha mikro, siapkan juga Nomor Induk Berusaha (NIB) atau surat keterangan usaha dari kelurahan.
Jangan heran jika petugas membatasi jumlah tabung per transaksi. Aturan terbaru membatasi maksimal dua tabung per NIK per hari untuk mencegah penimbunan. Jika Anda membutuhkan lebih, Anda harus datang kembali di hari berikutnya atau membeli di agen dengan harga non-subsidi.
Bagi warga NTB yang tidak masuk DTKS namun tetap membutuhkan gas murah, opsi terbaik adalah bergabung dengan kelompok usaha bersama atau koperasi desa. Beberapa koperasi di Lombok Timur sudah menjalin kerja sama langsung dengan agen untuk mendapatkan pasokan dengan harga agen, bukan harga pengecer.
Pilihan lain adalah beralih ke kompor listrik atau biogas. Pemerintah daerah melalui Dinas ESDM NTB pernah mengkampanyekan kompor induksi di beberapa desa percontohan. Meski investasi awal lebih besar, biaya operasional bulanan bisa lebih murah jika dibandingkan dengan membeli gas melon di pengecer yang harganya sudah jauh di atas HET.
Untuk nelayan di pesisir selatan Lombok, program konversi BBM ke LPG masih berjalan meski tidak merata. Pastikan Anda terdaftar di kelompok nelayan setempat agar mendapatkan jatah tabung 3 kg khusus nelayan yang harganya disubsidi lebih besar.
Apakah harga gas LPG 3 kg di NTB sama di semua kabupaten?
Tidak. HET ditetapkan per kabupaten/kota. Di Kota Mataram, HET biasanya lebih rendah dibandingkan di Kabupaten Sumbawa Barat karena perbedaan biaya distribusi. Cek langsung di pangkalan resmi atau hubungi Dinas Perindag setempat untuk angka pasti.
Bagaimana cara mengecek apakah saya terdaftar sebagai penerima subsidi?
Anda bisa mengeceknya melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos atau datang langsung ke kantor desa/kelurahan dengan membawa KTP. Jika belum terdaftar, minta perangkat desa untuk mengusulkan Anda ke dalam DTKS.
Bisakah saya membeli gas melon tanpa KTP?
Di pangkalan resmi yang sudah menggunakan sistem digital, tidak bisa. Namun, di pengecer tradisional yang belum terjangkau sistem, masih ada yang melayani tanpa KTP. Risikonya, Anda membayar harga lebih mahal dan tidak ada jaminan isi tabung penuh.
Apa yang harus dilakukan jika menemukan pengecer yang menjual di atas HET?
Laporkan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan provinsi NTB atau melalui call center Pertamina 135. Sertakan bukti foto dan lokasi penjualan. Pengaduan masyarakat cukup efektif di Kota Mataram dan Lombok Barat.
Apakah tabung gas 3 kg bisa diisi ulang di pangkalan selain tempat membeli pertama?
Bisa, selama pangkalan tersebut masih dalam satu wilayah agen yang sama. Jika berbeda agen, biasanya ditolak karena sistem distribusi Pertamina yang terikat wilayah. Bawa tabung kosong Anda ke pangkalan terdekat dan tanyakan apakah mereka melayani isi ulang untuk tabung dari agen lain.
Mendapatkan gas LPG 3 kg di Nusa Tenggara Barat dengan harga wajar membutuhkan kesabaran dan pengetahuan tentang sistem distribusi lokal. Pastikan Anda selalu bertransaksi di tempat resmi, bawa dokumen lengkap, dan jangan ragu melapor jika ada indikasi penimbunan atau permainan harga. Dengan begitu, subsidi yang digelontorkan pemerintah benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan.