Indeks Kualitas Air Sumbawa Masuk Kategori Cemar Ringan, DLH Targetkan Naik ke 70-80 Poin pada 2030

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 12:04:01 WIB
Indeks kualitas air Sumbawa saat ini mencapai 47,31 poin dengan kategori pencemaran rendah.

SUMBAWA BESAR — DLH Kabupaten Sumbawa mengakui masih ada pekerjaan rumah besar untuk memperbaiki kualitas air di wilayahnya. Dari skala ideal 100 poin, indeks kualitas air Sumbawa baru mencapai 47,31 poin atau masuk kategori tingkat pencemaran rendah.

“Dari skor 100 indeks kualitas air kita memiliki poin di angka 47 dengan kategori tingkat pencemaran rendah, sehingga kita akan terus berkomitmen untuk memperbaiki IKA tersebut,” kata Kepala DLH Kabupaten Sumbawa, Pipin Shakti Bitongo, kemarin.

Tiga Sumber Pencemar yang Jadi Perhatian

Pipin menyebutkan ada tiga faktor utama yang berkontribusi terhadap pencemaran air di Sumbawa. Pertama, sistem peternakan terbuka yang belum dikelola secara optimal. Kedua, aktivitas pertanian yang berpotensi membawa residu pupuk dan pestisida ke badan air. Ketiga, limbah rumah tangga yang belum tertangani dengan baik.

Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan mana dari ketiga faktor tersebut yang paling dominan. “Kalau untuk faktor yang paling dominan, kami masih belum bisa sampaikan karena masih harus dilakukan penelitian lebih lanjut,” ucapnya.

Koordinasi Lintas Dinas dan Target 2030

Untuk mengejar target kenaikan indeks menjadi 70-80 poin, DLH sudah mulai membangun koordinasi dengan sejumlah leading sektor. Dua di antaranya adalah Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa. Kolaborasi ini dinilai krusial karena sumber pencemar utama justru berasal dari sektor yang menjadi kewenangan dinas lain.

Pekerjaan berat di sektor air ini berbanding terbalik dengan kondisi udara Sumbawa. Indeks Kualitas Udara (IKU) daerah itu tercatat sangat baik di angka 92,24 poin. Angka tersebut mengindikasikan tingkat polusi udara yang masih sangat rendah.

“Udara kita masih sangat bagus, karena IKU kita sangat tinggi di angka 92,24 sehingga angka tersebut harus terus dijaga dengan tetap menjaga lingkungan,” tambah Pipin.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top