TALIWANG — Program AMMAN Scholars Beasiswa SMK Unggulan tidak hanya soal belajar di sekolah favorit. Wakil Ketua DPRD KSB, Badaruddin Duri, mengingatkan orang tua agar siap melepas anak merantau dan tidak buru-buru meminta mereka pulang setelah lulus jika sudah dapat tawaran kerja.
“Kalau nanti anak-anak mendapat tawaran kerja, berikan mereka kesempatan untuk bekerja dan mengembangkan karier,” kata politisi Partai Nasdem itu di hadapan para orang tua peserta program.
Menurut Badaruddin, Program AMMAN Scholars merupakan bagian dari upaya mencetak tenaga kerja terampil sekaligus mengurangi pengangguran di Kabupaten Sumbawa Barat. Ia optimistis program ini bisa mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.
Para peserta telah melewati seleksi ketat. Badaruddin mengingatkan mereka untuk memanfaatkan kesempatan itu dengan sungguh-sungguh. “Pesan kami juga agar para siswa mampu menjaga diri, memilih pergaulan yang baik dan cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah maupun tempat tinggal yang baru,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya komunikasi tetap terjaga antara orang tua dan anak selama menempuh pendidikan. Dengan begitu, perkembangan anak bisa terus terpantau. “Kami berharap orang tua terus memberikan dukungan, mengawasi, dan menjaga komunikasi dengan anak-anak selama mereka menjalani pendidikan,” pungkasnya.
Program AMMAN Scholars Beasiswa SMK Unggulan merupakan inisiatif PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Beasiswa ini bekerja sama dengan sejumlah SMK unggulan di Pulau Jawa, seperti SMK Raden Umar Said, SMK Wisudha Karya, SMK PGRI 1, SMK PGRI 2, SMK NU Banat, SMK NU Ma’arif, SMK Brantas Karangkates, dan SMK PGRI 2.
Pada tahun 2026, program ini membuka berbagai jurusan yang relevan dengan dunia industri. Di antaranya animasi, desain komunikasi visual, teknik mesin, teknik alat berat, teknik pengelasan, teknik otomasi industri, teknik ketenagalistrikan, teknik elektronika, busana, kecantikan dan SPA, perhotelan, serta kuliner.