Museum Desa Genggelang di Lombok Utara Simpan Rompi Datu Besari, Juara Satu Lomba Museum Desa 2025

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Senin, 06 Juli 2026 | 11:57:31 WIB
Rompi peninggalan Datu Besari tersimpan rapi di Museum Desa Genggelang, Lombok Utara.

MATARAM — Di tengah hiruk-pikuk cerita tutur masyarakat Lombok Utara, ada satu kisah yang terus diingat: lenyapnya Kedatuan Besari. Konon, kedatuan itu lenyap secara tiba-tiba, bukan hanya penduduknya, tapi juga batas wilayah dan seluruh isi kekuasaannya, seolah ditelan bumi.

Bagi yang penasaran, jejak Kedatuan Besari masih bisa dilacak di Museum Genggelang, Kecamatan Gangga. Di sana, tersimpan sebuah rompi yang disebut sebagai peninggalan Datu Besari.

"Ini baju (rompi) Datu Besari," ucap Supardi, sang pengelola museum, beberapa waktu lalu.

Koleksi dari Alat Pertanian hingga Lontar Kuno

Museum Genggelang tidak hanya menyimpan rompi bersejarah. Berbagai benda peninggalan masa lalu dipajang di sana, mulai dari alat pertanian, gerabah, senjata, hingga keropak atau lontar.

"Di sini juga ada keropak (lontar) yang menceritakan Kedatuan Gangga," ungkap Supardi.

Keberadaan lontar itu menjadi salah satu bukti bahwa kawasan Lombok Utara, khususnya Kecamatan Gangga, memiliki peradaban yang tercatat dalam aksara kuno.

Juara Satu, Tapi Terbatas Tempat

Museum Desa Genggelang baru saja dinobatkan sebagai juara satu dalam lomba museum desa tahun 2025. Prestasi ini, menurut Supardi, menjadi pelecut semangat untuk terus mengembangkan museum.

Namun, ada kendala klasik. "Masih banyak benda yang belum dipamerkan karena keterbatasan tempat. Apalagi, masih banyak juga benda-benda masa lalu yang disimpan masyarakat," katanya.

Supardi berencana memperluas museum agar lebih banyak koleksi yang bisa disajikan kepada publik. Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut serta merawat benda-benda peninggalan sejarah.

"Semua pihak perlu ambil bagian dalam merawat dan menjaga benda-benda peninggalan masa lalu," ujarnya.

Belajar dari Masa Lalu

Lebih dari sekadar tempat menyimpan barang antik, Museum Genggelang ingin menjadi jembatan antara generasi sekarang dan masa lalu. Supardi menekankan bahwa benda-benda itu bukan sekadar koleksi, melainkan bahan kajian.

"Banyak hal yang bisa dikaji dari peninggalan masa lalu," katanya.

Dengan adanya museum ini, generasi muda di Lombok Utara diharapkan tidak hanya mendengar cerita tutur tentang Kedatuan Besari, tapi juga bisa melihat langsung bukti fisik peninggalannya.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: mataramradio.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top