7 Air Terjun Cantik di Nusa Tenggara Barat untuk Healing, Mulai dari Tersembunyi hingga yang Mudah Diakses

Penulis: Luthfi Hakim  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 16:22:31 WIB
Air Terjun Tiu Kelep di Senaru menawarkan pemandangan alami dengan trekking menantang selama 45 menit.

Lombok dan Sumbawa memang identik dengan pantai dan gili. Tapi siapa sangka, bentang alam Nusa Tenggara Barat juga menyimpan puluhan air terjun yang airnya mengalir sepanjang tahun. Bagi warga lokal Mataram atau perantau yang jenuh dengan hiruk-pikuk kota, destinasi ini menawarkan suara gemericik dan hawa sejuk yang instan menurunkan stres. Saya sendiri pernah menghabiskan akhir pekan di tiga lokasi dalam daftar ini—dan percaya, sensasi berendam di kolam alami tanpa gangguan sinyal adalah bentuk healing paling murah meriah.

Daftar ini saya susun berdasarkan pengalaman lapangan dan obrolan dengan pengelola setempat. Bukan sekadar daftar biasa, setiap air terjun punya karakter unik: ada yang butuh trekking 30 menit, ada pula yang cukup berjalan 100 meter dari parkiran. Simak tujuh pilihan berikut.

1. Air Terjun Tiu Kelep, Senaru

Air Terjun Tiu Kelep berada di kaki Gunung Rinjani, Desa Senaru, Lombok Utara. Tingginya sekitar 45 meter dengan debit air deras sepanjang tahun. Kolam di bawahnya cukup dalam untuk berenang, tapi arus cukup kuat—jangan nekat mendekat terlalu dekat ke jatuhan air.

Trekking dari pintu masuk memakan waktu 45 menit hingga 1 jam melewati hutan tropis dan sungai kecil. Tiket masuk Rp10.000 per orang, ditambah biaya guide wajib Rp50.000 per grup. Buka pukul 07.00–17.00 WITA. Bawa sandal gunung karena jalur licin, terutama setelah hujan.

2. Air Terjun Benang Kelambu, Lombok Tengah

Berada di Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Air Terjun Benang Kelambu punya bentuk unik: air jatuh di balik dinding batu, menciptakan tirai alami. Tempat ini favorit warga Mataram dan Praya karena jarak tempuh hanya 45 menit dari pusat kota.

Akses jalan aspal mulus hingga parkiran, lalu turun anak tangga sekitar 200 meter. Tiket masuk Rp10.000, parkir motor Rp2.000. Akhir pekan ramai, datang pagi sebelum pukul 09.00 untuk mendapatkan spot foto tanpa antre. Airnya dingin—sekitar 18–20 derajat Celcius—jadi siapkan mental untuk berendam.

3. Air Terjun Mangku Sakti, Sumbawa Besar

Air Terjun Mangku Sakti terletak di Desa Marenteh, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa. Lokasinya tersembunyi di antara perbukitan kapur, butuh perjalanan 2 jam dari Kota Sumbawa Besar dengan motor. Jalan terakhir berupa tanah berbatu, kendaraan rendah sebaiknya parkir di pos ronda desa.

Trekking ringan 20 menit melewati sawah dan kebun kopi. Tiket sukarela, biasanya Rp5.000–Rp10.000. Keunikan tempat ini adalah tiga tingkat air terjun dengan kolam alami di setiap level. Paling bawah cocok untuk bermain air, tingkat tengah untuk self-healing sambil duduk di bebatuan.

4. Air Terjun Jeruk Manis, Lombok Timur

Berada di Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur, air terjun ini punya ketinggian sekitar 30 meter dengan kolam dangkal—aman untuk anak-anak. Warga lokal sering menjadikannya tempat piknik akhir pekan. Dari pusat Kota Selong, jarak tempuh hanya 30 menit.

Fasilitas cukup lengkap: warung makan, toilet, dan area ganti baju. Tiket masuk Rp7.000 per orang. Paling ramai saat musim kemarau (April–Oktober) karena air jernih kebiruan. Hindari datang saat hujan deras karena debit air naik drastis dan arus berbahaya.

5. Air Terjun Semporon, Sumbawa Barat

Air Terjun Semporon di Desa Semporon, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat, adalah salah satu yang paling jarang dikunjungi wisatawan. Aksesnya menantang: 3 jam perjalanan dari Taliwang dengan motor, lalu trekking 1,5 jam menuruni bukit. Tapi pemandangan tebing kapur dan air setinggi 50 meter sepadan.

Tidak ada tiket resmi, cukup biaya parkir sukarela Rp5.000. Bawa bekal dan air minum karena tidak ada warung di lokasi. Sinyal telepon hilang total di area ini—justru itu nilai plus untuk digital detox. Disarankan membawa guide lokal (Rp100.000–Rp150.000) karena jalur rawan tersesat.

6. Air Terjun Sindang Gila, Senaru

Masih di kawasan Senaru, Lombok Utara, Air Terjun Sindang Gila hanya 15 menit jalan kaki dari pintu masuk. Tingginya 40 meter, dengan kolam dangkal di bawahnya. Berbeda dengan Tiu Kelep yang butuh tenaga ekstra, Sindang Gila cocok untuk keluarga dengan anak kecil atau lansia.

Tiket masuk terintegrasi dengan Tiu Kelep—cukup bayar sekali Rp10.000 untuk dua air terjun. Jalur setapak sudah diperbaiki dengan pagar pengaman. Waktu terbaik pagi hari pukul 07.00–10.00, saat cahaya matahari menembus kanopi dan menciptakan pelangi di dasar air terjun.

7. Air Terjun Mayang, Lombok Barat

Air Terjun Mayang terletak di Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Lokasinya paling dekat dari Kota Mataram—hanya 25 menit berkendara. Air terjun ini sebenarnya bekas galian tambang yang kemudian berubah menjadi kolam alami hijau toska. Unik, bukan?

Tinggi jatuhan air hanya 10 meter, tapi kolamnya luas dan dalam—ideal untuk berenang. Tiket masuk Rp15.000, parkir motor Rp3.000. Ada kafe kecil di tepi kolam yang menjual kopi dan gorengan. Akhir pekan ramai oleh anak muda Mataram. Datang weekday untuk pengalaman lebih tenang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah semua air terjun aman untuk anak kecil?
Tidak. Air Terjun Jeruk Manis dan Sindang Gila yang paling aman karena kolam dangkal dan akses mudah. Tiu Kelep dan Semporon punya arus deras, tidak disarankan untuk anak di bawah 10 tahun.

Kapan waktu terbaik mengunjungi air terjun di NTB?
Musim kemarau antara April hingga Oktober. Air lebih jernih dan debit stabil. Saat musim hujan (November–Maret), jalur licin dan air keruh, risiko banjir bandang meningkat.

Berapa biaya yang harus disiapkan untuk satu kali trip?
Untuk satu orang dari Mataram, budget Rp100.000–Rp200.000 sudah cukup: bensin motor Rp30.000, tiket masuk Rp10.000–Rp20.000, makan dan minum Rp50.000. Jika sewa mobil atau travel, tambah Rp300.000–Rp500.000 per grup.

Apakah perlu membawa guide sendiri?
Untuk Tiu Kelep dan Sindang Gila, guide wajib dari pengelola. Untuk Semporon dan Mangku Sakti, sangat disarankan. Jeruk Manis dan Benang Kelambu tidak perlu guide karena jalur jelas dan ramai pengunjung.

Bolehkah berenang di semua air terjun?
Boleh di kolam yang aman. Hindari berenang langsung di bawah jatuhan air karena tekanan air bisa melukai leher dan bahu. Perhatikan rambu larangan di masing-masing lokasi.

Air terjun di Nusa Tenggara Barat bukan sekadar tempat foto estetik. Setiap lokasi punya cerita dan tantangan sendiri—dari trekking di hutan hujan tropis hingga menuruni tebing kapur. Pilih sesuai kondisi fisik dan waktu luang. Tapi satu hal pasti: suara air yang jatuh dan dinginnya kolam alami akan mengembalikan energi yang terkuras oleh rutinitas. Tidak perlu menunggu liburan panjang. Akhir pekan depan, ambil motor, ajak teman atau keluarga, dan buktikan sendiri.

Pertanyaan Seputar Berita Ini

Air terjun di Lombok m?
na yang aksesnya paling mudah dan dekat dari Mataram? A: Air Terjun Benang Kelambu di Lombok Tengah hanya berjarak 45 menit dari Mataram, dengan akses jalan aspal mulus dan turun anak tangga sekitar 200 meter.

Reporter: Luthfi Hakim
Back to top