NUSA TENGGARA BARAT — Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa bulan terakhir memaksa pengendara di kota-kota besar mulai menghitung ulang anggaran transportasi harian. Motor listrik, yang semula dianggap sebagai produk niche, kini berubah menjadi alternatif utama. Berdasarkan pantauan pasar dan ulasan pengguna, setidaknya ada lima model yang paling sering disebut sebagai penyelamat dompet.
Polytron Fox R menjadi primadona di segmen motor listrik produksi dalam negeri. Motor ini mengusung baterai lithium 3,74 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 130 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Ditenagai motor listrik 3.000 watt, Fox R bisa melaju hingga kecepatan puncak 90 km/jam. Untuk urusan fitur, Polytron membenamkan sistem konektivitas aplikasi ponsel pintar, smart key, dan dasbor digital. Desainnya yang futuristik juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna muda di perkotaan.
Viar Motor Indonesia tidak mau ketinggalan. Mereka menggandeng Bosch untuk menghadirkan Viar Q1, sebuah skuter listrik yang mengedepankan desain ringan dan ringkas. Model ini dirancang khusus untuk mobilitas harian di jalanan padat, di mana kelincahan dan kemudahan parkir menjadi prioritas utama.
Dengan bobot yang enteng, Viar Q1 menjadi pilihan praktis bagi pekerja kantoran atau pelajar yang ingin memotong biaya bensin harian. Kolaborasi dengan Bosch juga menjamin kualitas komponen kelistrikan dan kontrol motor yang lebih terpercaya.
Selain Polytron Fox R dan Viar Q1, tiga model lain yang mendapat ulasan positif adalah motor listrik dari merek-merek yang sudah mapan di pasar. Masing-masing memiliki keunggulan spesifik, mulai dari harga yang lebih murah hingga fitur konektivitas yang lebih lengkap.
Yang menarik, kelima motor ini sama-sama mengincar segmen pengguna harian. Bukan motor sport atau touring, melainkan kendaraan point-to-point untuk mobilitas jarak pendek hingga menengah. Inilah yang membuatnya relevan di tengah tekanan harga BBM saat ini.
Dengan tarif listrik rumah tangga yang relatif stabil, biaya pengisian daya motor listrik bisa ditekan hingga seperlima dari biaya bensin motor 110 cc. Pengguna yang menempuh jarak 20-30 km per hari bisa menghemat ratusan ribu rupiah setiap bulan.
Kendala utama yang masih dihadapi adalah infrastruktur pengisian daya di ruang publik. Namun, bagi pengguna yang memiliki garasi atau akses stop kontak di rumah, motor listrik sudah menjadi pilihan yang sangat rasional secara ekonomi.
Produsen pun terus berinovasi. Baterai yang bisa dilepas (swappable) mulai diadopsi oleh beberapa merek, memudahkan pengguna yang tinggal di apartemen atau rumah tanpa garasi. Tren ini diprediksi akan semakin mempercepat adopsi motor listrik di Indonesia sepanjang 2026.