MATARAM — Doa bersama lintas agama di Polda NTB berlangsung khidmat dengan dihadiri para pejabat utama dan perwakilan tokoh dari lima keyakinan: Islam, Hindu, Kristen Protestan, Katolik, dan Buddha. Para tokoh agama secara bergantian memanjatkan doa sesuai ajaran masing-masing, sementara seluruh peserta mengikuti rangkaian tersebut dengan penuh khusyuk.
Kapolda NTB, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, menyebut kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Menurutnya, doa bersama menjadi bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang pengabdian Polri selama delapan dekade.
“Hari ini kita berikhtiar dan berdoa bersama lintas agama untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Polri tetap diberikan kekuatan, kemampuan serta kesempatan untuk berbuat kebaikan untuk masyarakat,” ungkap Kapolda kepada awak media usai kegiatan.
Kapolda menegaskan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 juga menjadi momentum introspeksi. Ia mendorong seluruh jajaran untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat NTB.
Polda NTB, kata dia, berkomitmen menjalankan amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Stabilitas keamanan dan ketertiban disebutnya menjadi fondasi penting untuk mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan warga di Bumi Gora.
Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menyoroti kekuatan keberagaman di Nusa Tenggara Barat. Menurutnya, perbedaan budaya dan agama justru menjadi modal utama menjaga persatuan bangsa.
“Doa bersama para tokoh dari lintas agama ini tentu memiliki makna yang mendalam. Karena keberagaman budaya dan agama yang kita miliki akan menjadi modal utama menjaga persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia tercinta ini,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Polda NTB berharap semangat kebersamaan dan toleransi terus terpelihara di tengah masyarakat, sejalan dengan visi Polri yang Presisi, humanis, dan dekat dengan warga NTB.