MATARAM — SMAN 1 Mataram mengalahkan dua sekolah lainnya di babak final yang berlangsung di Kota Mataram. SMAN 1 Dompu harus puas di peringkat kedua, sementara SMAN 1 Madapangga menempati posisi ketiga.
Kemenangan ini disambut haru dan suka cita oleh para peserta. Mereka saling bersalaman dan berpelukan setelah pengumuman pemenang.
Dalam kesempatan yang sama, panitia juga memberikan penghargaan khusus untuk peserta dengan yel-yel terbaik. Tiga sekolah yang meraih kategori ini adalah SMAN 1 Praya, SMAN 1 Aikmel, dan MAN 1 Lombok Timur.
Medali, piala, dan piagam diserahkan langsung oleh Anggota MPR RI dari Kelompok DPD Daerah Pemilihan NTB, Hj. Evi Apita Maya, S.H., M.Kn.
Sebelum lomba dimulai, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi NTB Dr. Syamsul Hadi, M.Pd., berpesan kepada seluruh peserta untuk saling mendukung. Ia secara khusus meminta agar regu yang menang mendapat dukungan penuh untuk berlaga di tingkat nasional.
"Yang kalah jangan patah semangat, wujudkan semangat juang itu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (23/6/2026).
Syamsul Hadi menambahkan, wajah pendidikan hari ini adalah gambaran masa depan bangsa. Menurutnya, misi Pemprov NTB di bidang pendidikan sejalan dengan pemerintah pusat, yakni mewujudkan sumber daya manusia yang berkarakter unggul, produktif, dan kompetitif.
Syamsul Hadi menekankan bahwa Indonesia harus tetap eksis meskipun banyak negara lain terancam bubar atau terpecah. Menurutnya, hal itu dimungkinkan karena Indonesia memiliki falsafah negara yang memahami keberagaman.
"Apa yang dilakukan MPR melalui Empat Pilar adalah bagian dari upaya memelihara eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa LCC Empat Pilar MPR RI harus dimaknai sebagai internalisasi nilai-nilai kebangsaan, bukan sekadar kompetisi. "Menang dan kalah dalam setiap kompetisi adalah sesuatu yang lumrah. Jadikan kesempatan ini sebagai ajang silaturahmi dan mengasah kemampuan," tutupnya.