Dodge Charger Sixpack dan Charger Daytona EV Gagal di Amerika, Diekspor ke Eropa

Penulis: Mardian Syah  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 10:04:01 WIB
Dodge Charger Sixpack dan Charger Daytona EV dialihkan ke pasar Eropa setelah penjualan di Amerika Serikat menurun.

NUSA TENGGARA BARAT — Keputusan Dodge membawa Charger ke Eropa diumumkan pada 8 Juni 2026, melalui pernyataan resmi pabrikan. Langkah ini menjadi strategi penyelamatan setelah performa penjualan di pasar domestik Amerika Serikat mengecewakan. Alih-alih hanya mengandalkan satu model, Dodge akan mengekspor seluruh varian Charger, termasuk versi dua pintu, empat pintu, serta mesin standar dan bertenaga tinggi.

Penjualan Anjlok di Pasar AS Jadi Pemicu Utama

Data penjualan menunjukkan bahwa antusiasme konsumen Amerika terhadap Charger generasi terbaru sangat rendah. Charger Daytona EV, yang merupakan model listrik pertama lini ini, hanya terjual 7.421 unit sepanjang 2025. Angka itu pun anjlok drastis menjadi hanya 346 unit pada kuartal keempat tahun tersebut.

Memasuki 2026, tren negatif belum berubah. Pada kuartal pertama tahun ini, Dodge hanya mampu menjual 240 unit Charger Daytona EV. Sementara itu, Charger Sixpack bermesin bensin twin-turbo inline-six yang baru beberapa bulan dipasarkan juga tak laku keras. Catatan penjualan kuartal pertama 2026 hanya 1.672 unit—jauh dari puluhan ribu unit per kuartal yang pernah diraih generasi sebelumnya.

Adaptasi Regulasi Eropa dan Dukungan Purna Jual

Untuk memasuki pasar Eropa, Dodge tidak sekadar mengirimkan mobil dari pabrik. Pabrikan asal Amerika ini kemungkinan besar harus melakukan penyesuaian teknis agar memenuhi regulasi Uni Eropa yang ketat, terutama soal emisi dan keselamatan. Hingga berita ini diturunkan, Dodge belum memberikan kepastian jadwal kapan pengiriman pertama akan dimulai.

Distribusi dan penjualan di Eropa akan dikelola oleh importir KW Automotive bersama jaringan dealernya. Untuk suku cadang, Dodge menggandeng Iron Parts sebagai pemasok utama. Keputusan ini menunjukkan bahwa Dodge serius membangun ekosistem purna jual di benua biru, bukan sekadar ekspor percobaan.

Strategi "Meminta Izin ke Orang Tua Kedua"

Langkah Dodge membawa Charger ke Eropa bisa dianalogikan seperti anak yang meminta izin ke orang tua kedua setelah ditolak oleh yang pertama. Pasar Amerika yang tidak merespons positif membuat Dodge mencari pasar alternatif. Eropa, dengan basis penggemar mobil otomotif Amerika yang cukup besar serta regulasi emisi yang ketat, menjadi tantangan sekaligus peluang.

Apakah strategi ini akan berhasil? Jawabannya masih tergantung pada harga jual, kesesuaian spesifikasi dengan kebutuhan konsumen Eropa, dan seberapa cepat KW Automotive membangun kepercayaan pasar. Yang jelas, Charger dengan mesin bensin enam silinder atau motor listrik kini punya kesempatan kedua untuk membuktikan diri di jalanan Eropa.

Reporter: Mardian Syah
Sumber: caranddriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top