NUSA TENGGARA BARAT — Keputusan ini diumumkan manajemen Macan Kemayoran pada Selasa (26/5/2026). Souza dianggap gagal memenuhi target yang telah disepakati dalam klausul kontrak, meski secara statistik Persija mencatat musim yang impresif.
Di bawah arahan Souza, Persija finis di peringkat ketiga klasemen akhir dengan raihan 71 poin—angka tertinggi klub dalam sepuluh musim terakhir. Namun, prestasi itu ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi yang ditetapkan di awal kerja sama.
"Coach Mauricio telah membawa karakter yang kuat bagi wajah Persija musim ini. Namun, karena tidak tercapainya target yang ditentukan di awal kontrak, maka kami sepakat untuk tidak melanjutkan kebersamaan," ujar Direktur Persija, Mohamad Prapanca, dalam keterangan resmi klub.
Kepergian Souza tak sendirian. Manajemen juga mengakhiri masa bakti seluruh jajaran staf pelatih asal Brasil. Mereka adalah asisten pelatih Italo Bartole Resende, pelatih fisik Vitor Branco da Cruz, pelatih kiper Gerson Rodrigues Rios, analis Caio Araujo, dan penerjemah Claudio Luzardi.
Prapanca menambahkan, keputusan ini diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh demi perbaikan tim ke depan. "Kami mendoakan Mauricio beserta stafnya agar semakin sukses dan bersinar di perjalanan berikutnya," ucapnya.
Persija tidak ingin berlama-lama tanpa pelatih kepala. Prapanca mengungkapkan, komunikasi dengan sejumlah kandidat pengganti sudah berjalan. Pengumuman resmi direncanakan dalam waktu dekat.
"Sebagai penggantinya, kami sudah menjalin komunikasi dengan kandidat pelatih baru. Dalam waktu dekat, kami akan menentukan sosok yang paling tepat untuk membawa Persija meraih juara pada musim 2026/2027," tegasnya.
Langkah cepat ini menunjukkan ambisi Macan Kemayoran untuk bangkit dan bersaing di papan atas musim depan, setelah musim ini harus puas di posisi ketiga meski menorehkan catatan poin bersejarah.