NUSA TENGGARA BARAT — Pusat gempa berada di darat, tepatnya 15 kilometer arah timur Tapanuli Selatan. BMKG mencatat gempa terjadi pukul 15.13 WIB dengan episenter di koordinat 1.62 Lintang Utara dan 99.41 Bujur Timur.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng. "Gempa tersebut terjadi akibat adanya aktivitas subduksi," tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Meski berkekuatan kecil, getaran mungkin dirasakan oleh sebagian warga di permukaan. Namun, BMKG belum menerima laporan dampak kerusakan akibat guncangan tersebut.
Pihak BMKG menegaskan bahwa karakteristik gempa ini tidak membangkitkan gelombang laut. "Gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," pungkas BMKG dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. BMKG juga meminta warga untuk memastikan informasi hanya bersumber dari kanal resmi lembaga tersebut.
Wilayah Tapanuli Selatan dan sekitarnya memang dikenal sebagai zona seismik aktif akibat pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Gempa dengan kedalaman menengah hingga dalam seperti yang terjadi sore ini kerap terekam tanpa menimbulkan dampak signifikan di permukaan.
BMKG akan terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di kawasan tersebut. Masyarakat diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang berkekuatan lebih kecil.