SUMBAWA — Tiga unit mesin PLTMG Sumbawa 2 berkapasitas total 30 Megawatt (MW) telah menyelesaikan seluruh rangkaian pengujian dan mulai menopang keandalan Sistem Tambora di Pulau Sumbawa. General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, mengatakan penyelesaian proyek ini adalah hasil kerja bersama seluruh pihak sekaligus bentuk komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas.
“Melalui kegiatan sosial seperti santunan ini, kami berharap keberadaan proyek kelistrikan juga dapat memberikan manfaat langsung dan membawa keberkahan bagi masyarakat,” ujar Rizki dalam keterangan yang diterima di Mataram, Rabu (20/5/2026).
Penyerahan 50 paket santunan dilakukan oleh Yayasan Baitul Maal (YBM) PT PLN (Persero) UIP Nusra di Desa Labuhan Badas. Kepala Seksi Kantor Desa Labuhan Badas, Mardiati, mengapresiasi kepedulian perusahaan yang disebutnya sudah berjalan secara berkelanjutan.
“Mereka sangat senang dan menerima dengan baik semua bantuan yang diberikan PLN. Bantuan yang diberikan juga memang menjadi kebutuhan mereka, seperti Al-Quran untuk mengaji, santunan pendidikan, hingga pakaian yang layak,” kata Mardiati.
Proyek ini dikerjakan bersama PT Adhi Karya. General Manager PT Adhi Karya, Susetyo Rohadi, menilai keberhasilan PLTMG Sumbawa 2 menjadi momentum untuk membuktikan kemampuan dalam menyiapkan energi masa depan di Pulau Sumbawa.
“Kami bersyukur proyek ini bisa segera selesai dan memberi manfaat kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 1, Yogi Yohannes Siburian, menyebut hari ini adalah momentum penting yang menandai keberhasilan perjuangan panjang dan kolaborasi besar dalam menghadirkan energi yang andal bagi Sistem Tambora.
Rizki menambahkan, PLN akan terus menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar proyek. Program sosial dan pemberdayaan di wilayah kerja PT PLN (Persero) UIP Nusra akan terus didukung. Dengan beroperasinya PLTMG Sumbawa 2, pasokan listrik di Pulau Sumbawa diharapkan semakin stabil untuk mendukung aktivitas rumah tangga, usaha kecil, dan industri lokal.