SUMBAWA — Peristiwa penyerangan sadis itu terjadi di Desa Labuan Kuris, Kecamatan Lape, Jumat (22/5) malam. Dua korban, Bulaeng (43) dan Cantika (40), kini masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Lape dengan luka parah. Bulaeng mengalami luka sayat pada punggung belakang, sementara Cantika menderita luka robek di kepala akibat tebasan parang.
Kasi Humas Polres Sumbawa, Ipda Mulyawansyah, mengungkapkan bahwa masalah bermula dari utang istri FRM, Rahma, kepada Bulaeng. Utang tersebut sudah menumpuk hingga puluhan juta rupiah dan sudah lama ditagih oleh korban. Namun, Rahma ngotot tidak mau membayar.
"Masalah awalnya cekcok antara istri FRM dengan korban terkait utang piutang," ujar Mulyawansyah kepada awak media, Sabtu (23/5/2026).
Puncak amukan terjadi saat Bulaeng kembali menagih utang tersebut di depan rumah FRM. Bukannya melerai, FRM yang mendengar pertengkaran itu justru tersulut emosi. Ia mengambil parang dan langsung menyerang kedua korban yang merupakan kakak beradik itu.
"Sudah lama sekali ditagih oleh korban. Saat ditagih lagi tadi, FRM malah kesal hingga berujung menganiaya korban dan adiknya," jelas Mulyawansyah.
FRM ditangkap aparat gabungan Polsek Lape dan Polres Sumbawa tak lama setelah kejadian. Kini, dua perempuan yang menjadi korban kebrutalan guru PNS itu harus menjalani perawatan intensif akibat luka yang cukup parah.
"Korban masih dirawat intensif di Puskesmas Lape. Kondisi luka yang dialami juga parah," imbuh Mulyawansyah.
Polisi masih mendalami kasus ini dan menjerat FRM dengan pasal penganiayaan berat. Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bagaimana persoalan utang antarwarga bisa berujung pada tragedi kemanusiaan.