Gunung Tambora di Sumbawa Bikin Turis Asing Takjub, Lanskap Sabana dan Kaldera Megah Disandingkan dengan Bromo

Penulis: Mardian Syah  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 15:13:57 WIB
Turis asing mengagumi keindahan kaldera dan sabana Gunung Tambora di Sumbawa.

MATARAM — Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, kembali menyedot perhatian setelah seorang turis asing mengunggah pengalaman petualangannya di media sosial. Melalui akun Instagram @gokilwill, ia menunjukkan keindahan kaldera raksasa dan sabana hijau yang membentang luas di ketinggian sekitar 2.415 meter di atas permukaan laut.

Dalam video yang diunggah, turis tersebut tampak menjelajahi jalur ikonik menuju puncak menggunakan sepeda motor. Ia membandingkan pemandangan Tambora dengan Gunung Bromo di Jawa Timur, namun menekankan bahwa Tambora menawarkan ketenangan yang langka.

“Capek sama Bromo? Ini Bukan Bromo, Ini Tambora”

“Capek sama Bromo? Astaga, ini, ini bukan Bromo, guys. Ini di Tambora. Lihat ini lautnya, terus ada gunung lagi di sana, sama lembah semuanya hijau murni, tidak ada orang,” ujarnya dalam video tersebut.

Dari ketinggian, perpaduan perbukitan hijau, puncak doro atau gunung kecil yang simetris, dan birunya laut Sumbawa di latar belakang terlihat jelas. Turis tersebut menyebut lanskap liar tanpa sentuhan modernisasi memberikan sensasi petualangan yang sangat otentik.

Sabana Luas dan Keheningan Total

Berbeda dengan destinasi wisata arus utama yang kerap padat pengunjung, kawasan Gunung Tambora justru menawarkan keheningan total. Sabana hijau yang membentang luas bak permadani menjadi pemandangan utama yang direkam dalam video singkat tersebut.

“Menurutku ini jujur salah satu hal terindah yang pernah kulihat di Indonesia. Jauh dari semua destinasi wisata utama dan ramai, Gunung Tambora mampu mempertahankan semua keajaibannya,” tulisnya dalam unggahan.

Saksi Letusan Dahsyat 1815 yang Kini Jadi Mahakarya Alam

Gunung Tambora sangat terkenal dalam sejarah akibat letusan super-vulkano pada April 1815 silam. Erupsinya tidak hanya melenyapkan tiga kerajaan lokal di Pulau Sumbawa, tetapi juga melontarkan abu vulkanik yang memicu fenomena “The Year Without a Summer” di Eropa dan Amerika Utara pada 1816.

Setelah dua abad berlalu, bekas letusan maha dahsyat itu kini bertransformasi menjadi salah satu mahakarya alam paling memukau. Saat berhasil mencapai bibir kaldera, drone milik turis tersebut berhasil menangkap keindahan kawah raksasa Tambora. “Astaga guys, lihat ini, Woo! Tambora!,” ujarnya seru.

Pelarian Sempurna dari Hiruk-Pikuk Kota

Bagi pecinta petualangan dan ketenangan, Tambora disebut sebagai tempat pelarian sempurna dari hiruk-pikuk perkotaan. Ekosistemnya masih menjaga flora dan fauna di bawah langit yang cerah. Turis tersebut mengaku pengalaman berdiri sendiri di puncak Tambora bersama angin gunung dan bentangan kaldera megah adalah momen yang sangat langka.

“Hanya dirimu sendiri dan keheningan total. Aku belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya. Sungguh tak terlupakan,” pungkasnya.

Unggahan ini langsung mendapat banyak respons positif dari warganet yang turut terpikat dengan pesona tersembunyi Pulau Sumbawa, terutama Gunung Tambora.

Reporter: Mardian Syah
Sumber: ntbsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top