Lombok Timur — Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026 di Lombok Timur memasuki fase konkret dengan penetapan strategi pembinaan atlet dan evaluasi infrastruktur daerah. Rapat kerja KONI yang dihadiri Forkopimda, pengurus KONI, dan pembina cabang olahraga se-Lombok Timur menjadi momentum penting untuk menyelaraskan komitmen semua pihak.
Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menegaskan bahwa Pemerintah Daerah mengalokasikan dana sekitar Rp 3 miliar guna menunjang program latihan dan peningkatan kualitas atlet. Dana ini dirancang untuk mendukung berbagai cabang olahraga menjelang kompetisi berskala provinsi.
Meski sumber pendanaan terbatas dari sektor swasta, Bupati optimis dengan potensi atlet muda lokal. Ia mengatakan bahwa keterbatasan dukungan CSR dari perusahaan swasta—akibat minimnya industri besar di daerah—tidak menjadi penghalang bagi pengembangan bakat olahraga.
Bupati menekankan pentingnya menanamkan rasa bangga dan loyalitas kepada atlet sejak dini. Ia khawatir atlet-atlet berbakat pindah ke daerah lain yang menawarkan fasilitas lebih baik dan program pembinaan komprehensif.
Untuk itu, peran pelatih dan keluarga menjadi kunci. Mereka dituntut untuk menjaga etos para atlet agar tetap membela daerah asalnya, bukan hanya meraih prestasi individu. Pendekatan holistik ini mencakup pengembangan karakter sekaligus kemampuan atletik.
Kesiapan fasilitas menjadi prioritas serius menjelang Porprov XII NTB. Pemerintah Kabupaten berkomitmen membenahi sarana olahraga, termasuk venue pertandingan serta fasilitas pendukung seperti akomodasi dan penginapan yang memadai.
Lombok Timur, sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di Nusa Tenggara Barat, ditargetkan menampilkan kesiapan optimal di semua aspek—dari sumber daya manusia hingga infrastruktur fisik. Pemerintah daerah menekankan bahwa status sebagai kabupaten terpadat merupakan tanggung jawab untuk menunjukkan performa maksimal.
Dalam rangkaian rapat kerja, Pemerintah Kabupaten meluncurkan jersey resmi kontingen Lombok Timur. Langkah simbolis ini mencerminkan tekad daerah menghadapi kompetisi dengan persiapan matang dan identitas yang jelas.
Peluncuran jersey sekaligus menandai bahwa Lombok Timur telah memasuki fase konkret persiapan, melampaui tahap perencanaan. Dengan strategi pembinaan atlet yang terstruktur dan komitmen anggaran yang jelas, kabupaten ini siap berkontribusi dalam setiap cabang olahraga di ajang Porprov 2026.