Pencarian

Karhutla TN Gunung Rinjani Meluas, 977,74 Hektare Terdampak dan 80 Personel Dikerahkan

Minggu, 27 September 2026 • 05:31:01 WIB
Karhutla TN Gunung Rinjani Meluas, 977,74 Hektare Terdampak dan 80 Personel Dikerahkan
Petugas gabungan memadamkan titik api di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok Utara.

LOMBOK UTARA — Kebakaran yang bermula di Bukit Setampol merembet ke Puncak Sangkareang serta kawasan TNGR Resort Torean dan Senaru. Tim pemadam ditempatkan mulai dari jalur pendakian Torean hingga Pos 3, Pelawangan Senaru, dan Puncak Sangkareang.

Kepala Subbagian Tata Usaha TNGR Astekita Ardiaristo menyatakan angka luasan yang beredar belum final. Verifikasi batas areal terdampak baru bisa dilakukan setelah kondisi di lapangan memungkinkan.

"Angka tersebut masih merupakan estimasi sementara dan akan terus diperbarui berdasarkan hasil pemantauan lapangan dan dokumentasi udara menggunakan drone. Serta verifikasi batas areal terdampak setelah kondisi di lapangan memungkinkan," kata Astekita, Sabtu 26 September 2026, malam.

Angin Kencang dan Medan Terjal Jadi Penghambat Pemadaman

Angin kencang membuat api bergerak dan meluas dengan cepat. Kondisi itu diperparah vegetasi savana pegunungan, semak, rumput, dan material organik yang sangat kering sehingga mudah terbakar.

Medan pegunungan yang jauh dan terjal menambah beban tim di lapangan. Mobilisasi personel, peralatan, dan logistik menuntut waktu serta tenaga besar.

"Selain itu, lokasi kebakaran berada pada medan pegunungan yang jauh, terjal, dan sulit dijangkau. Sehingga mobilisasi personel, peralatan, dan logistik membutuhkan waktu serta tenaga yang cukup besar," ujar Astekita.

80 Personel Gabungan Dibagi ke Sejumlah Titik Api

Sebanyak 80 personel gabungan dikerahkan ke titik-titik yang masih menyala. Penempatan mereka mengikuti jalur pendakian Torean hingga Pos 3 dan Pelawangan Senaru, termasuk Puncak Sangkareang.

Pemantauan udara dengan drone dipakai untuk memetakan sebaran api. Data itu menjadi dasar pembaruan angka luasan terdampak sebelum verifikasi resmi dilakukan.

Api Pertama Terdeteksi 22 September 2026

Kebakaran pertama kali terdeteksi di Bukit Setampol pada Selasa 22 September 2026. Dalam beberapa hari, api merembet ke Puncak Sangkareang dan dua resort di kawasan TNGR.

Hingga Sabtu 26 September 2026 malam, tim masih berjibaku di lapangan. Pembaruan luasan area terdampak menunggu hasil pemantauan dan verifikasi batas areal.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks