LOMBOK BARAT — Sebanyak 1.343 keluarga di Desa Taman Ayu, Lombok Barat, akhirnya menerima jatah bantuan pangan pemerintah setelah proses distribusi tertunda beberapa bulan. Setiap kepala keluarga mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng, total 2.686 sak beras dan 5.372 liter minyak goreng disalurkan dalam program ini.
Bantuan Dua Bulan, Disalurkan Serentak di Juni
Kepala Desa Taman Ayu, Muhammad Tajudin, mengatakan penyaluran dilakukan serentak untuk menghindari antrean panjang. Pemerintah desa memperkirakan proses distribusi rampung dalam tiga hari agar seluruh warga penerima mendapatkan haknya.
“Alhamdulillah, untuk penyaluran bantuan pangan tahun ini merupakan penyaluran pertama untuk dua bulan sekaligus. Proses distribusinya kemungkinan membutuhkan waktu hingga tiga hari,” ujarnya, Minggu, 7 Juni 2026.
Kendala Teknis Jadi Penyebab Keterlambatan
Tajudin mengakui bantuan untuk Februari dan Maret baru tersalurkan pada Juni karena kendala teknis, termasuk ketersediaan kemasan beras. Meski terlambat, ia memastikan seluruh bantuan harus rampung pada bulan ini.
“Ini adalah bantuan untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret. Memang penyalurannya sedikit terlambat karena ada kendala teknis, termasuk ketersediaan kemasan beras. Namun yang terpenting seluruh bantuan harus tersalurkan pada bulan Juni ini,” jelasnya.
Data DTKS Jadi Acuan, Pemdes Yakin Tepat Sasaran
Pemerintah desa mengklaim data penerima bantuan telah terverifikasi melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Tajudin optimistis bantuan hanya diterima warga yang benar-benar membutuhkan.
“Pendataannya menggunakan DTKS, sehingga penerimanya lebih tepat sasaran. Untuk persoalan data, kami tidak terlalu khawatir, karena yang tercatat memang warga yang membutuhkan bantuan,” tegasnya.
Harapan Tambahan: Gas Elpiji Jadi Perhatian Selanjutnya
Di luar bantuan beras dan minyak, Tajudin berharap pemerintah juga memberi perhatian pada kebutuhan pokok lain, terutama gas elpiji. Menurutnya, kelangkaan dan harga gas kerap membebani warga.
“Kebutuhan di luar bantuan ini, terutama gas dan kebutuhan pokok lainnya, juga penting menjadi perhatian ke depan agar masyarakat semakin terbantu,” katanya.
Bantuan Dinilai Ringankan Beban di Tengah Tekanan Ekonomi
Tajudin menilai program bantuan pangan hadir pada waktu yang tepat. Ia menyebut bantuan ini membantu masyarakat menghadapi tekanan fiskal dan kenaikan biaya hidup.
“Ketika ada tekanan fiskal dan berbagai dinamika ekonomi, program seperti ini hadir pada waktu yang tepat. Ini menjadi upaya nyata pemerintah untuk membantu masyarakat agar tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.
Ia berharap program serupa terus berlanjut guna menjaga daya beli dan ketahanan keluarga berpenghasilan rendah di Lombok Barat.