NUSA TENGGARA BARAT — ASUS Ascent QN10 akhirnya resmi dijual sebagai mini PC perdana dengan Snapdragon X2 Elite, membawa NPU 80 TOPS dalam bodi cuma 0,7 liter. Harga mulai USD 1.349,99 (sekitar Rp22 jutaan) untuk varian 16GB/512GB, dan USD 1.699 (sekitar Rp28 jutaan) untuk model 32GB. Sayangnya, belum ada kabar kapan masuk Indonesia.
Setelah diumumkan awal tahun ini, ASUS Ascent QN10 resmi meluncur di pasar Amerika Serikat. Mini PC ini jadi perangkat pertama yang mengusung Snapdragon X2 Elite, chip yang sebelumnya lebih dikenal di segmen laptop premium. Kombinasi ukuran mungil dan kemampuan AI lokal jadi nilai jual utamanya.
Spesifikasi lengkapnya menarik dicermati, terutama buat kamu yang butuh PC hemat daya untuk kerja sehari-hari atau eksperimen AI on-device.
Dapur pacunya adalah Snapdragon X2 Elite X2E-88-100 dengan konfigurasi 18-core dan clock hingga 4,7GHz. Chip ini dipadukan dengan iGPU Adreno X2-90 serta NPU Hexagon berkapasitas 80 TOPS.
Angka 80 TOPS itu penting. Syarat Copilot+ PC saat ini ada di kisaran 40+ TOPS, jadi QN10 punya headroom cukup besar untuk menjalankan model AI lokal seperti LLM kecil atau fitur generative on-device tanpa harus bergantung ke cloud.
ASUS mengemas seluruh komponen itu dalam bodi berkapasitas sekitar 0,7 liter. Ukurannya nyaris sebesar kotak makan siang, tapi konektivitasnya tidak dipangkas.
Ada tiga port USB4 40Gbps, tiga USB-A 10Gbps, satu HDMI 2.1, dan LAN 2.5GbE. Untuk nirkabel, tersedia Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6.0 — dua standar terbaru yang belum merata di mini PC sekelasnya.
Tiga USB4 berarti kamu bisa pasang eGPU, docking multi-monitor, atau storage eksternal berkecepatan tinggi tanpa adaptor tambahan. Kombinasi HDMI 2.1 dan USB4 juga membuka opsi setup tiga layar sekaligus.
ASUS Ascent QN10 sudah tersedia di Amerika Serikat. Varian termurah 16GB/512GB dibanderol USD 1.349,99 atau sekitar Rp22 jutaan, sementara model 32GB LPDDR5X-9600 dijual USD 1.699 atau sekitar Rp28 jutaan.
Untuk pasar Indonesia, ASUS belum mengumumkan harga maupun jadwal peluncuran resmi. Kalau mengikuti pola produk Snapdragon X series sebelumnya, kemungkinan masuk lewat jalur pre-order terbatas atau importir khusus.
QN10 masuk akal buat kamu yang butuh PC dekstop hemat daya untuk kerja produktivitas, coding, atau eksperimen AI lokal, dan sudah nyaman dengan ekosistem Windows on ARM. Form factor 0,7 liter membuatnya pas di meja minimalis atau di balik monitor.
Kalau kebutuhanmu masih bergantung pada aplikasi x86 spesifik, gaming, atau software editing berat yang belum native ARM, opsi mini PC berbasis Ryzen atau Intel masih lebih aman. Menunggu pengumuman resmi ASUS Indonesia juga langkah bijak sebelum mengeluarkan Rp22 juta ke atas.