KOTA BIMA — Kepala Bappeda Kota Bima Syarif Rustaman melalui Sekretaris Badan Ririn Kurniawati menyatakan proposal penawaran yang diajukan pihaknya lolos ke tahap berikutnya dalam ajang Sasambo Investment Challenger. Bank Indonesia Perwakilan NTB bahkan telah meninjau langsung lokasi lahan milik Pemda, yakni kawasan eks Kantor Bupati Bima.
Keikutsertaan Kota Bima dalam ajang tersebut didorong kebutuhan daerah menggali sumber pembiayaan kreatif atau creative financing dalam pembangunan. Pemkot juga menyasar optimalisasi aset daerah dan penguatan peran BUMD sebagai instrumen pembiayaan.
Lahan eks Kantor Bupati Bima yang ditawarkan dinilai sangat ideal untuk pembangunan pusat perbelanjaan berupa mall atau plaza. Penilaian itu didukung kesesuaian dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) setempat.
Pemkot Bima dijadwalkan mengikuti tahapan Investment Summit pada Oktober 2026 mendatang. Pada forum itu, pemerintah daerah akan berhadapan langsung dengan para calon investor yang berminat menggarap lahan tersebut.
Langkah strategis ini diambil sebagai jawaban atas tantangan ekonomi daerah. Merujuk data BPS tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Kota Bima sempat mengalami penurunan yang diiringi kenaikan angka pengangguran serta tingkat inflasi.
Kota Bima tidak memiliki komoditas unggulan seperti kawasan kabupaten. Pemulihan ekonomi daerah karena itu difokuskan pada sektor jasa, perdagangan, dan penyerapan investasi.
"Alhamdulillah, proposal penawaran yang kami ajukan lolos ke tahap berikutnya. Pihak Bank Indonesia bahkan telah turun langsung meninjau lokasi lahan milik Pemda, yakni kawasan eks Kantor Bupati Bima," ujar Ririn di ruang kerjanya, Jumat (18/9/2026).
Pemerintah daerah meyakini masuknya investasi ini memberikan multiplier effect yang signifikan. Dampak yang diharapkan mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan Pendapatan Asli Daerah melalui retribusi dan kontribusi tahunan, hingga menggairahkan iklim bisnis daerah.
Soal kondusivitas wilayah, Pemkot Bima menjamin keamanan berinvestasi. Pemerintah daerah menyatakan siap berkoordinasi lintas instansi untuk mengawal kemudahan iklim usaha di Kota Bima.