MATARAM — Warga Lingkungan Karang Kelok Baru, Monjok Barat, digegerkan dengan kobaran api yang melalap rumah milik Siswanto, pedagang soto keliling, pada Sabtu (25/7) dini hari. Kepulan asap dan api yang membesar membuat warga panik dan langsung melaporkan kejadian itu ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Mataram.
Kepala Damkarmat Kota Mataram, H Rudy Suryawan, menjelaskan bahwa titik api pertama kali terlihat dari mobil pikap milik korban. Mobil tersebut sudah dimodifikasi menjadi dapur untuk berjualan soto.
"Dari keterangan sementara, titik api diduga bersumber dari mobil pikap tersebut," terang Rudy. Ledakan tabung gas yang disimpan di dalam mobil diduga menjadi penyebab utama kebakaran.
Petugas Damkarmat menerjunkan tiga unit armada pemadam dengan 15 personel ke lokasi. Mereka berjibaku menjinakkan si jago merah di kawasan padat penduduk tersebut. Api baru bisa dikendalikan setelah petugas bekerja keras selama kurang lebih dua jam.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, rumah beserta isinya ludes terbakar. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 200 juta.
Peristiwa ini menambah daftar kebakaran yang terjadi di Kota Mataram pada bulan Juli. Sebelumnya, kebakaran juga menghanguskan satu unit rumah warga di Lingkungan Rembiga Barat, Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, pada Senin (20/7).
Menanggapi rentetan kejadian ini, Rudy mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di lingkungan padat penduduk. Ia menekankan pentingnya penggunaan instalasi listrik yang sesuai standar nasional Indonesia (SNI) dan tidak menyimpan tabung gas di area yang tidak aman.
"Kami tetap turun ke lingkungan padat penduduk di Kota Mataram, memberikan himbauan dan cara pencegahan," tegasnya. Sosialisasi rutin terus dilakukan Damkarmat untuk menekan angka kejadian kebakaran di wilayahnya.