Ganti Oli Lebih Cepat untuk Mobil yang Sering Terjebak Macet, Ini Rekomendasi Pertamina

Penulis: Khoirul Anwar  •  Senin, 27 Juli 2026 | 09:23:01 WIB
Pakar Pertamina Lubricants menjelaskan bahwa kemacetan dan suhu tinggi mempercepat oksidasi oli mesin.

NUSA TENGGARA BARAT — Sering berkendara di kemacetan kota besar seperti Jakarta membuat oli mesin lebih cepat kehilangan kemampuan pelumasannya. Senior Analyst PCO & Specialties PT Pertamina Lubricants Mulianto menjelaskan suhu lingkungan yang tinggi ikut menaikkan temperatur kerja mesin. "Akibatnya, oli lebih cepat teroksidasi sehingga kemampuan melumasi dan melindungi komponen mesin menurun," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7).

Proses Oksidasi Oli Semakin Cepat di Suhu Mesin Tinggi

Oksidasi adalah proses kimia yang terjadi saat oli bereaksi dengan oksigen pada suhu tinggi. Menurut Mulianto, mesin yang terus-menerus berada dalam suhu panas saat macet mempercepat laju oksidasi. Pada kondisi normal, oli dapat menjaga viskositasnya hingga ribuan kilometer. Namun di lalu lintas padat, jarak tempuh belum bertambah signifikan sementara mesin sudah bekerja keras dalam waktu lama karena sering berhenti dan berjalan.

"Jika tetap digunakan melewati masa pakainya, risiko keausan komponen meningkat," tegas Mulianto. Pemilik kendaraan kerap tidak menyadari penurunan performa oli karena perubahan terjadi secara bertahap. Akibatnya, kerusakan kecil pada ring piston atau bearing bisa terjadi tanpa gejala awal.

Kebiasaan Menggeber Mesin Memperburuk Kondisi Oli

Cara mengemudi juga memengaruhi usia pakai oli. Pertamina Lubricants mengingatkan bahwa kebiasaan menggeber kendaraan pada putaran mesin tinggi membuat tekanan dan suhu mesin lebih besar. Oli harus bekerja ekstra untuk melumasi komponen dan menjaga temperatur. "Proses oksidasi dan penguapan berlangsung lebih cepat serta viskositas oli menurun sebelum waktunya," jelas Mulianto.

Bagi pengendara yang sering melewati jalan macet lalu sesekali memacu kendaraan di jalan bebas hambatan, kombinasi ini makin memperpendek interval penggantian oli. Bukan hanya soal jarak tempuh, tetapi total waktu mesin menyala dan beban kerja mesin harus dihitung.

Tips Menentukan Waktu Ganti Oli untuk Pengguna Mobil di Kota Besar

Untuk menjaga perlindungan mesin tetap optimal, Mulianto merekomendasikan agar pemilik kendaraan tidak hanya bergantung pada odometer. Faktor-faktor seperti pola penggunaan, kondisi operasional kendaraan, dan lama oli digunakan perlu dipertimbangkan. Di kota besar dengan kemacetan parah, mengganti oli lebih cepat dari interval standar yang disarankan pabrikan bisa menjadi langkah bijak.

Menghemat biaya perawatan bukan berarti menunda penggantian oli. Sebaliknya, penggantian oli yang tepat waktu justru mencegah kerusakan besar yang biaya perbaikannya jauh lebih mahal. Selain itu, hindari kebiasaan menggeber mesin secara agresif, terutama saat mesin masih dingin atau setelah terjebak macet lama. Dengan perawatan yang sesuai kondisi nyata, mesin bisa tetap awet meski setiap hari harus bersahabat dengan macet dan panas Jakarta.

Reporter: Khoirul Anwar
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top