PORPROV NTB XII Diwarnai Insiden di Beberapa Cabor, KONI NTB Minta Tak Semua Kesalahan Ditimpakan ke Penyelenggara Utama

Penulis: Luthfi Hakim  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 20:02:32 WIB
Ketua Umum KONI NTB H. Mori Hanafi menyampaikan keterangan pers terkait insiden di beberapa cabang olahraga selama PORPROV NTB XII.

MATARAM — Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) NTB XII yang digelar sejak 16 Juli 2026 telah memasuki hari kedelapan. Ketua Umum KONI NTB, H. Mori Hanafi, mengakui secara keseluruhan gelaran berjalan sesuai harapan, namun beberapa insiden sempat mewarnai pertandingan di sejumlah cabang olahraga (cabor).

Bukan Semua Insiden Salah KONI

Mori Hanafi menyebut, kesalahan yang terjadi di lapangan tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab KONI. Ia memberikan contoh, jika insiden menyangkut akomodasi dan transportasi kontingen, KONI paling pantas disalahkan. Namun, untuk urusan teknis pertandingan, tanggung jawab ada di Pengprov cabor masing-masing.

“Tidak semua hal teknis harus KONI yang disalahkan. Seperti misalnya, ada insiden teknis di Lombok Tengah, kenapa KONI yang kemudian disalahkan. Ada protes di cabor ini, KONI lagi yang disalahkan,” kata Mori Hanafi.

Kesalahpahaman Aturan Teknis Jadi Pemicu

Pernyataan serupa disampaikan Ketua Persatuan Cricket Indonesia (PCI) NTB, Baiq Isvie Rupaeda. Ia menilai, setiap insiden perlu ditelusuri sumber masalahnya terlebih dahulu sebelum menyalahkan KONI. Menurutnya, kemungkinan besar insiden dipicu oleh kesalahpahaman aturan atau mekanisme di internal cabor.

“Terkait insiden di beberapa cabor, kemungkinan karena ada kesalahpahaman tentang aturan atau mekanisme di dalam cabor sendiri atau ada persoalan teknis yang mungkin panitia di internal cabornya belum menyampaikan secara detail ke para peserta tanding,” jelas Baiq Isvie.

Sudah Ada Tempat Pengaduan, Keributan Harus Dihindari

Baiq Isvie menambahkan, sebenarnya panitia telah menyediakan tempat pengaduan bagi peserta yang memiliki persoalan. Baik itu di tingkat internal cabor maupun lanjut ke panitia penyelenggara. Ia mengingatkan, keributan yang terjadi di lapangan bisa berdampak langsung dan tidak langsung kepada semua pihak.

“Keributan ini harus kita hindari, apalagi daerah kita menjadi tuan rumah PON,” tandasnya.

Semua Insiden Sudah Terselesaikan

Ketua Umum KONI NTB memastikan, seluruh insiden yang terjadi selama tujuh hari pelaksanaan PORPROV sudah terselesaikan dengan baik. Ia optimistis, hingga penutupan resmi pada 25 Juli 2026, tidak akan ada lagi permasalahan yang belum tertangani.

Meski PORPROV adalah program KONI provinsi dan sukses tidaknya menjadi tanggung jawab penuh KONI, Mori menekankan pentingnya pembagian peran. “Di lapangan, Pengprov cabor adalah pengendali. Cabor punya tugas teknis, juga manajerial. Memastikan pertandingan berjalan dengan adil dan transparan,” pungkasnya.

Reporter: Luthfi Hakim
Sumber: lombokboss.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top