Nelayan Asal Bima Ditemukan Selamat Setelah Terombang-ambing 28 Mil Laut di Perairan Pulau Sangiang

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 18:31:01 WIB
Nelayan asal Bima, Beadin (60), berhasil dievakuasi tim SAR gabungan dalam kondisi selamat setelah terombang-ambing 28 mil laut di perairan Pulau Sangiang.

BIMA — Operasi pencarian nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Pulau Sangiang berakhir dengan kabar baik. Beadin (60), warga Desa Sangiang, Kecamatan Wera, berhasil dievakuasi tim SAR gabungan dalam kondisi selamat setelah sempat tidak diketahui keberadaannya saat mencari ikan.

Koordinator Pos SAR Bima, M. Firdaus, menyampaikan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat bernama Saifullah. "Korban ditemukan pada Kamis, 23 Juli 2026, sekitar pukul 16.00 WITA. Saat itu, beliau terombang-ambing di atas perahunya, sekitar 28 nautical mile arah barat dari Gunung Sangiang," ujar Firdaus mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi.

Kronologi Penemuan dan Evakuasi

Setelah ditemukan di tengah laut, Beadin langsung dievakuasi menuju kediamannya di Desa Sangiang. Proses evakuasi berjalan lancar berkat koordinasi cepat antara nelayan setempat dan tim SAR yang telah dikerahkan sejak korban dilaporkan hilang.

Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi berbagai unsur yang terlibat. Pos SAR Bima bergerak bersama Polairud Kota dan Kabupaten Bima, Polsek Wera, Babinsa Sangiang, Bhabinkamtibmas Wera, TSBK Bima, perangkat desa, serta masyarakat setempat.

Nelayan Jadi Garda Terdepan Penyelamatan

Peran nelayan lokal dalam operasi ini menjadi kunci. Saifullah, yang ikut serta dalam proses evakuasi, menjadi pihak pertama yang melihat dan mendekati korban di tengah laut. Tanpa peran mereka, proses pencarian kemungkinan akan berlangsung lebih lama.

Perairan di sekitar Pulau Sangiang dikenal memiliki kondisi dinamis. Angin dan arus laut kerap menjadi tantangan bagi nelayan tradisional yang melaut menggunakan perahu kecil. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapan alat keselamatan dan komunikasi saat melaut.

Hingga berita ini diturunkan, Beadin telah kembali berkumpul bersama keluarganya di Desa Sangiang dalam kondisi sehat. Operasi SAR resmi ditutup setelah korban dinyatakan selamat dan tidak diperlukan pencarian lebih lanjut.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: mataramradio.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top