Test Drive Nissan Sentra SE 1987: Dari Jantung Ekonomis, Hanya Kulit Sporty yang Menawan

Penulis: Khoirul Anwar  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 09:47:02 WIB
Nissan Sentra SE 1987 mengusung tampilan sporty dengan atap fastback dan velg alloy 14 inci, namun tetap menggunakan mesin 1.6 liter bertenaga 70 dk.

NUSA TENGGARA BARAT — Ketika Car and Driver menguji Nissan Sentra SE pada pertengahan 1986, mereka dihadapkan pada sebuah paradoks. Dari luar, garis atap fastback, hidung tajam, dan kap mesin landai menjanjikan performa yang lebih dari sekadar mobil komuter. Kenyataannya, mesin 1,6 liter injeksi throttle-body yang disematkan hanya menyemburkan tenaga 70 dk pada 5.000 rpm—tidak berbeda dengan versi karburator yang lebih murah. Satu-satunya keunggulan adalah torsi yang naik tipis dari 92 menjadi 94 lb-ft, serta start dingin yang lebih andal.

Bodi Sporty, Hati Ekonomis: Strategi Nissan di Segmen Penuh Sesak

Di Amerika Serikat, segmen sedan kecil pada 1986-1987 sudah seperti pintu keluar teater saat kebakaran: penuh sesak dan saling sikut. Nissan mengandalkan Sentra—yang menyumbang lebih dari sepertiga penjualan mobil mereka di AS—sebagai tulang punggung. Untuk varian sport coupe SE, pendekatan yang diambil justru sangat hati-hati. Alih-alih menambah tenaga, Nissan memilih menyuntikkan gaya.

Perbedaan visual paling mencolok adalah bodi tiga pintu dengan atap fastback yang lebih rendah dua inci dan lebih lebar satu inci dibanding varian lain. Velg alloy 14 inci dengan ban 185/60HR-14—entah Toyo Eclipse atau Bridgestone Potenza RE86—melengkapi tampang yang lebih agresif. Namun, di bawah kulit, mobil ini masih berbagi platform dengan Sentra biasa.

Suspensi Diperkeras, Tapi Tetap Mobil Ekonomis

Nissan memang melakukan penyesuaian pada sasis. Stabilisator depan membesar dari 22,0 mm menjadi 25,4 mm. Pegas depan dan belakang diperkeras masing-masing 24 persen dan 26 persen, dengan redaman shock 20 persen lebih kencang. Suspensi belakang juga didesain ulang sepenuhnya dengan sistem strut yang ditopang dua lengan transversal per sisi, plus stabilisator yang merangkap fungsi lokasi longitudinal.

Semua itu membuat Sentra SE lebih stabil di tikungan dibanding saudara-saudaranya yang lebih hemat. Namun, Car and Driver mencatat bahwa peningkatan ini tetap tidak mengubah fakta dasar: ini masih sebuah mobil ekonomi dengan DNA penggerak roda depan yang biasa-biasa saja. Ban 185/60HR-14 memang memberi cengkeraman lebih baik, tapi tenaga 70 hp tidak cukup untuk memanfaatkannya secara maksimal.

Kursi Sporty dan Setir Empat Bicara: Interior yang Paling Meyakinkan

Satu area di mana Sentra SE benar-benar tampil sebagai sport coupe adalah kabin. Jok pengemudi dibekali penyangga pinggang yang bisa diatur, serta bantalan samping yang bisa dikencangkan. Setir empat palang dengan ketebalan pas memberikan posisi tangan yang ideal dan pandangan jelas ke instrumen. Sayangnya, pengalaman duduk yang menjanjikan ini tidak didukung oleh performa yang sepadan saat pedal gas diinjak.

Dengan harga yang lebih tinggi dari Sentra biasa, pembeli SE pada dasarnya membayar untuk tampilan dan interior yang lebih sporty, bukan untuk akselerasi atau handling yang benar-benar menggetarkan. Di era di mana Honda CRX Si dan Toyota Corolla GT-S sudah beredar, Sentra SE 1987 lebih cocok disebut sebagai "mobil cantik yang malas diajak lari."

Reporter: Khoirul Anwar
Sumber: caranddriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top