SUMBAWA — Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menandatangani perjanjian kerja sama dengan Chief Eksekutif Officer AKOM Fajar Rachmat di aula lantai III Kantor Bupati, Senin (20/7/26). Penandatanganan itu berbarengan dengan peluncuran Kartu Sumbawa Pintar, program beasiswa yang menyasar mahasiswa kurang mampu di daerah tersebut.
Selain AKOM, lima perguruan tinggi lain turut menerima bantuan serupa. Mereka adalah Sekolah Tinggi Agama Islam Sumbawa (STAIS), Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES), Universitas Samawa (Unsa), dan Universitas Mataram (Unram).
Bupati Jarot menyerahkan Kartu Sumbawa Pintar secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa dari masing-masing kampus. Rincian penerima terdiri dari AKOM sebanyak 101 mahasiswa, STAIS 40 mahasiswa, STIKES 12 mahasiswa, Unsa 78 mahasiswa, UTS 213 mahasiswa, dan Unram 15 mahasiswa.
Jarot mengakui jumlah tersebut belum mencakup seluruh kebutuhan mahasiswa di Kabupaten Sumbawa. Namun, ia menegaskan bahwa setiap perubahan besar selalu diawali dengan langkah pertama.
Bupati meluruskan pemahaman masyarakat bahwa Kartu Sumbawa Pintar bukan kartu ATM atau alat transaksi keuangan. Kartu ini berfungsi sebagai identitas resmi penerima beasiswa yang mempermudah pendataan dan meningkatkan tata kelola program.
“Keberadaan kartu tersebut diharapkan mempermudah pendataan, meningkatkan tata kelola program beasiswa agar lebih tertib, transparan, akuntabel, serta memastikan bantuan tepat sasaran,” ujar Jarot dalam sambutannya.
Menurut Jarot, kekayaan terbesar Kabupaten Sumbawa bukan hanya sumber daya alam, melainkan kualitas manusianya. Karena itu, pembangunan sumber daya manusia ditempatkan sebagai misi pertama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk mewujudkan visi “Sumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera.”
“Bagi saya, hari ini bukan sekadar peluncuran sebuah kartu. Yang kita luncurkan adalah sebuah ikhtiar, sebuah komitmen pemerintah daerah agar anak-anak Sumbawa tidak kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan ekonomi,” tegasnya.
Jarot berpesan kepada seluruh penerima beasiswa agar memanfaatkan bantuan tersebut dengan penuh tanggung jawab. “Ini bukan hadiah, tetapi amanah. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, tingkatkan prestasi, bangun karakter, kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai Tau Samawa yang menjadi jati diri kita,” pesannya.
Ia berharap para mahasiswa kelak kembali mengabdi di daerah sebagai dokter, guru, insinyur, wirausaha, maupun pemimpin yang mampu membawa perubahan bagi Kabupaten Sumbawa.