NUSA TENGGARA BARAT — Dua raksasa sepak bola akan saling sikut di laga puncak. Spanyol, juara Eropa, lolos ke final pertama sejak 2010 setelah menyingkirkan Prancis di semifinal. Argentina, sang juara bertahan, melaju usai comeback dramatis 2-1 melawan Inggris di partai semifinal.
Spanyol berpeluang mencatat sejarah sebagai negara Eropa kedua yang menjuarai Piala Dunia di Benua Amerika. Prestasi ini sebelumnya hanya ditorehkan Jerman pada edisi 2014 di Brasil.
Saat itu, Jerman mengalahkan Argentina 1-0 di final lewat gol Mario Götze di babak perpanjangan waktu. Laga berlangsung di Stadion Maracana, Rio de Janeiro. Sebelumnya, Jerman juga menumbangkan tuan rumah Brasil 7-1 di semifinal.
Kebetulan, lawan yang dihadapi Jerman saat final 2014 adalah Argentina. Kini Spanyol menghadapi tim yang sama di partai puncak.
Argentina punya misi mempertahankan gelar, pencapaian langka yang hanya diraih dua negara sebelumnya. Italia pertama kali melakukannya: juara 1934 di kandang (2-1 lawan Cekoslowakia) dan 1938 di Prancis (4-2 lawan Hungaria). Hanya empat pemain—Giovanni Ferrari, Guido Masetti, Giuseppe Meazza, dan Eraldo Monzeglio—menjadi bagian dari kedua skuad.
Brasil menyusul sebagai negara kedua. Mereka juara 1958 di Swedia (5-2 lawan tuan rumah) dan 1962 di Chile (3-1 lawan Cekoslowakia). Meski Pele cedera di awal turnamen 1962, Garrincha tampil sebagai motor permainan. Sebanyak 14 pemain skuad 1958 juga bertahan di skuad 1962.
Final tahun ini memiliki kemiripan dengan dua edisi sebelumnya: 2014 dan 1990. Jika 2014 jadi panggung Jerman pecahkan rekor, Argentina juga terlibat di final 1990.
Saat itu, Argentina berstatus juara bertahan. Di Stadio Olimpico, Roma, 8 Juli 1990, La Albiceleste yang diperkuat Diego Maradona kalah 1-0 dari Jerman Barat. Gol tunggal dicetak Andreas Brehme via penalti menit ke-85.
Kini Argentina kembali berpeluang mempertahankan gelar. Spanyol datang dengan ambisi membawa pulang trofi dari Amerika, mengikuti jejak Jerman.