NUSA TENGGARA BARAT — Apple kembali menjadi sorotan setelah pembocor teknologi Fixed Focus Digital melalui akun Weibo-nya mengungkapkan bahwa perusahaan asal Cupertino itu telah meningkatkan total pesanan vapor chamber secara signifikan. Komponen ini disebut-sebut akan menjadi andalan untuk sistem pendingin di perangkat terbaru mereka.
Vapor chamber adalah teknologi pendingin yang bekerja dengan cara menguapkan cairan di dekat sumber panas, lalu mengembunkannya di area yang lebih dingin. Proses ini menyebarkan panas ke permukaan yang lebih luas sebelum cairan kembali ke sumber panas untuk memulai siklus baru.
Apple pertama kali mengadopsi teknologi ini di jajaran iPhone 17 Pro. Langkah tersebut merupakan respons terhadap masalah termal yang membayangi performa model-model sebelumnya, terutama saat digunakan untuk gaming atau rendering video.
Menurut laporan yang beredar, Apple telah meminta pemasok untuk menyiapkan komponen bagi sekitar 10 juta unit iPhone lipat. Angka ini naik dari target awal yang hanya 7-8 juta unit. Selain itu, Apple juga mempersiapkan produksi untuk sekitar 70 juta unit iPhone 18 Pro dan Pro Max.
Ketiga model tersebut, baik iPhone lipat maupun iPhone 18 Pro dan Pro Max, diperkirakan akan menggunakan vapor chamber sebagai solusi pendingin utama. Peningkatan pesanan ini mengindikasikan bahwa Apple telah berhasil mengatasi masalah teknis pada engsel dan yield manufaktur yang sempat menjadi hambatan.
Bocoran dari Fixed Focus Digital juga menyebutkan bahwa vapor chamber ini tidak hanya untuk iPhone lipat. Apple dikabarkan menyiapkan teknologi serupa untuk model 20th anniversary iPhone yang dijadwalkan rilis pada 2027 mendatang.
Meski begitu, analis menilai peningkatan pesanan vapor chamber saat ini lebih masuk akal dikaitkan dengan lini iPhone 2025 yang akan debut pada September mendatang. Jika semua berjalan sesuai rencana, ini akan menjadi tahun pertama di mana pendingin vapor chamber menjadi standar di seluruh model flagship Apple.
Bagi pengguna iPhone di Indonesia, kabar ini patut dicermati. Masalah overheating kerap menjadi keluhan utama, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Dengan adopsi vapor chamber yang lebih luas, Apple menjanjikan performa yang lebih stabil tanpa throttle saat digunakan dalam waktu lama.
Belum ada informasi resmi mengenai harga dan ketersediaan iPhone lipat di Indonesia. Namun, jika mengikuti pola peluncuran sebelumnya, kemungkinan besar perangkat ini akan hadir di pasar Tanah Air beberapa bulan setelah perilisan global.