Kemenag Belitung Ajak Masyarakat Cek Akurasi Arah Kiblat Hari Ini, Simak Waktu dan Caranya

Penulis: Khoirul Anwar  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 22:39:01 WIB
Warga memanfaatkan fenomena Istiwa A'zam untuk memverifikasi arah kiblat di halaman rumah.

BELITUNG — Kemenag Belitung mengimbau umat Islam di wilayahnya untuk tidak melewatkan momen verifikasi arah kiblat yang terjadi hari ini. Fenomena ini disebut Istiwa A'zam atau Rashdul Qiblat, yaitu saat posisi matahari berada tepat di atas Kota Makkah.

Fenomena Alam Jadi Patokan Arah Kiblat

Peristiwa ini terjadi dua kali dalam setahun, yakni pada 27–28 Mei dan 15–16 Juli. Saat fenomena berlangsung, setiap benda yang berdiri tegak di permukaan bumi akan menghasilkan bayangan yang lurus mengarah ke kiblat.

Kemenag Belitung meminta masyarakat untuk memanfaatkan waktu tersebut guna memastikan arah salat mereka sudah tepat. Pengecekan bisa dilakukan dengan metode sederhana menggunakan tongkat atau benang.

Cara Cek Arah Kiblat Mandiri

Masyarakat bisa melakukan verifikasi dengan menancapkan tongkat lurus di tanah atau halaman rumah yang terkena sinar matahari langsung. Pada waktu yang ditentukan, bayangan tongkat akan menunjuk ke arah kiblat.

Alternatif lain, gunakan benang yang diberi pemberat di ujungnya. Pastikan benang benar-benar vertikal. Arah bayangan yang jatuh dari benang itulah yang menjadi patokan arah kiblat.

Jam Berapa Waktu Pengecekan?

Kemenag Belitung belum merilis jadwal spesifik untuk wilayah setempat. Namun secara umum, Istiwa A'zam terjadi beberapa menit setelah waktu Zuhur, saat matahari mencapai titik kulminasi di Makkah.

Masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi dari Kemenag setempat atau menghitung sendiri berdasarkan koordinat geografis masing-masing. Informasi ini penting agar pengecekan dilakukan di jam yang tepat.

Verifikasi Ulang, Bukan Ubah Kiblat Sembarangan

Kemenag mengingatkan bahwa kegiatan ini bersifat verifikasi, bukan ajakan untuk mengubah arah kiblat secara sepihak. Jika ditemukan perbedaan yang signifikan, masyarakat disarankan berkonsultasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

Langkah ini untuk menghindari kesalahan fatal yang justru mengganggu kekhusyukan ibadah. Kemenag Belitung siap membantu warga yang kesulitan melakukan pengecekan mandiri.

Reporter: Khoirul Anwar
Sumber: lombokboss.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top