BELITUNG — Kemenag Belitung mengimbau umat Islam di wilayahnya untuk tidak melewatkan momen verifikasi arah kiblat yang terjadi hari ini. Fenomena ini disebut Istiwa A'zam atau Rashdul Qiblat, yaitu saat posisi matahari berada tepat di atas Kota Makkah.
Peristiwa ini terjadi dua kali dalam setahun, yakni pada 27–28 Mei dan 15–16 Juli. Saat fenomena berlangsung, setiap benda yang berdiri tegak di permukaan bumi akan menghasilkan bayangan yang lurus mengarah ke kiblat.
Kemenag Belitung meminta masyarakat untuk memanfaatkan waktu tersebut guna memastikan arah salat mereka sudah tepat. Pengecekan bisa dilakukan dengan metode sederhana menggunakan tongkat atau benang.
Masyarakat bisa melakukan verifikasi dengan menancapkan tongkat lurus di tanah atau halaman rumah yang terkena sinar matahari langsung. Pada waktu yang ditentukan, bayangan tongkat akan menunjuk ke arah kiblat.
Alternatif lain, gunakan benang yang diberi pemberat di ujungnya. Pastikan benang benar-benar vertikal. Arah bayangan yang jatuh dari benang itulah yang menjadi patokan arah kiblat.
Kemenag Belitung belum merilis jadwal spesifik untuk wilayah setempat. Namun secara umum, Istiwa A'zam terjadi beberapa menit setelah waktu Zuhur, saat matahari mencapai titik kulminasi di Makkah.
Masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi dari Kemenag setempat atau menghitung sendiri berdasarkan koordinat geografis masing-masing. Informasi ini penting agar pengecekan dilakukan di jam yang tepat.
Kemenag mengingatkan bahwa kegiatan ini bersifat verifikasi, bukan ajakan untuk mengubah arah kiblat secara sepihak. Jika ditemukan perbedaan yang signifikan, masyarakat disarankan berkonsultasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.
Langkah ini untuk menghindari kesalahan fatal yang justru mengganggu kekhusyukan ibadah. Kemenag Belitung siap membantu warga yang kesulitan melakukan pengecekan mandiri.