Kemenag Siapkan Tiga Opsi Pembelajaran Siswa MTsN 1 Kota Bima Selama Revitalisasi Gedung Rp 10 Miliar

Penulis: Jefri Siahaan  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 15:35:01 WIB
Kemenag Kota Bima menyiapkan tiga opsi lokasi pembelajaran bagi siswa MTsN 1 selama revitalisasi gedung senilai Rp10 miliar berlangsung.

KOTA BIMA — Revitalisasi total MTsN 1 Kota Bima yang masuk Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kemenag tahun 2026 dipastikan tidak akan menghentikan kegiatan belajar siswa. Kemenag setempat telah mengantongi tiga alternatif lokasi belajar selama proyek multiyears hingga 2027 itu berjalan.

Gedung MAN 1 Jadi Opsi Belajar Sore Hari

Kepala Kantor Kemenag Kota Bima, H. Mansyur, mengatakan opsi paling siap adalah memindahkan seluruh kegiatan belajar mengajar ke MAN 1 pada sore hari. Skema ini mengharuskan penyesuaian jadwal secara total: program pembinaan yang biasa sore hari dialihkan ke pagi, sementara KBM baru dimulai setelah MAN 1 selesai.

"Seluruh program pembinaan yang selama ini berlangsung pada sore hari akan dialihkan ke pagi, sementara KBM dilaksanakan setelah aktivitas belajar di MAN 1 berakhir," ujarnya, Rabu (15/7).

Dua Gedung Lain Juga Disiapkan

Selain MAN 1, Kemenag juga menyiapkan opsi meminjam gedung SDN 55 dan MI Nurul Ilmi yang lokasinya berdekatan dengan MTsN 1. Opsi ini dinilai lebih praktis karena tidak mengubah jadwal belajar siswa secara drastis. Mansyur menyebut pembahasan teknis dengan pihak madrasah masih terus dimatangkan.

"Kami sudah berdiskusi dengan Kepala MTsN 1. Opsi yang paling dekat adalah meminjam SDN 55 dan MI Nurul Ilmi," jelasnya.

Boarding School dan Musala Tetap Beroperasi

Mansyur memastikan fasilitas boarding school tidak akan terganggu karena gedungnya masih baru dan tidak masuk dalam daftar bangunan yang direvitalisasi. Musala dan asrama putri juga akan dimaksimalkan untuk menunjang kegiatan pembinaan siswa selama proyek berlangsung.

"Boarding school masih aman karena gedungnya baru. Yang tidak diganggu juga musala dan beberapa bangunan lain yang masih digunakan," katanya.

Proyek Revitalisasi Capai Rp 10 Miliar

MTsN 1 Kota Bima menjadi salah satu madrasah penerima Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kemenag pada 2026. Seluruh kompleks madrasah akan dibangun ulang secara menyeluruh dengan nilai proyek diperkirakan lebih dari Rp 10 miliar dan dikerjakan menggunakan skema tahun jamak hingga 2027. Mansyur mengatakan koordinasi dengan tim perencana terus dilakukan agar pelaksanaan revitalisasi tidak menghambat layanan pendidikan.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top