Pemkab Lombok Tengah Ajukan 9 Jembatan Rusak Akibat Bencana ke BNPB, Anggaran Perbaikan Capai Rp45 Miliar

Penulis: Khoirul Anwar  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 14:28:31 WIB
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mengajukan sembilan jembatan rusak akibat bencana alam ke BNPB dengan perkiraan anggaran perbaikan mencapai Rp45 miliar.

LOMBOK TENGAH — Sebanyak sembilan jembatan penghubung antarwilayah di Lombok Tengah rusak diterjang bencana alam dalam dua tahun terakhir. Pemerintah daerah kini mengandalkan skema bantuan pusat untuk merekonstruksinya.

"Karena kondisi keuangan daerah seperti ini, kami coba ikhtiarkan perbaikan jembatan yang rusak akibat bencana itu melalui bantuan dari BNPB," kata Rahadian di Lombok Tengah, Rabu (15/7/2026).

Lokasi Jembatan Rata-Rata Menuju Destinasi Wisata

Jembatan yang rusak tersebar di enam desa, yakni Aik Bual, Tanak Rarang, Pagutan, Bonder, Karangsidemen, dan Selong Belanak. Menurut Rahadian, lokasi jembatan-jembatan itu berada di jalur menuju tempat wisata.

"Lokasi jembatan itu rata-rata menuju tempat wisata, sehingga kami juga telah mengajukan kepada Kementerian Pariwisata juga," ujarnya.

Langkah ini menunjukkan pemerintah kabupaten berupaya memulihkan akses logistik dan mobilitas warga sekaligus menopang sektor pariwisata yang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.

Lima dari Sembilan Jembatan Sudah Lengkapi Dokumen

Proses administrasi pengajuan ke BNPB terus berjalan. Rahadian mengungkapkan sebanyak lima jembatan telah melengkapi dokumen persyaratan, sementara empat sisanya masih dalam proses.

Respons dari BNPB dinilai cukup baik. Tim dari badan nasional itu direncanakan akan turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi terhadap jembatan-jembatan yang diusulkan.

Jika usulan disetujui, realisasi pekerjaan perbaikan ditargetkan dimulai pada tahun anggaran 2027. "Ini salah satu ikhtiar pemerintah daerah untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur," jelas Rahadian.

Pembangunan Bertahap Karena Keterbatasan Anggaran

Di tengah pengajuan bantuan ke pusat, pemerintah daerah pada tahun anggaran 2026 tetap menjalankan pembangunan jembatan di Desa Aik Bual. Namun, alokasi anggaran saat ini baru mencukupi untuk konstruksi fisik.

"Artinya pembangunan dilakukan secara bertahap, karena kondisi anggaran," tuturnya.

Kondisi ini mencerminkan tantangan fiskal yang dihadapi banyak daerah pascabencana, di mana kebutuhan pemulihan infrastruktur kerap melampaui kapasitas APBD. Skema bantuan dari BNPB menjadi jalur utama yang diharapkan dapat mempercepat pemulihan akses warga di Lombok Tengah.

Reporter: Khoirul Anwar
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top