MATARAM — Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal tidak ingin masa keemasan daerahnya di ajang MTQ Nasional hanya tinggal kenangan. Saat menyapa 58 peserta training center di Asrama Haji Kelas I Lombok, ia menegaskan bahwa posisi puncak harus direbut kembali.
“Saya ingat betul saat saya masih kecil, setiap nama NTB disebut dalam ajang nasional, daerah lain merasa waswas karena kita hampir selalu masuk tiga besar. Kemuliaan, martabat, dan rasa hormat itu harus kita rebut kembali,” ujar Iqbal dalam sambutannya di Mataram, Senin (13/7/2026).
Menurut Iqbal, ikhtiar mengembalikan NTB ke jajaran terbaik bukan sekadar soal piala atau peringkat. Lebih dari itu, ini soal membangun kembali tradisi melahirkan generasi Qur’ani yang dulu menjadi kebanggaan provinsi berjuluk Pulau Seribu Masjid itu.
“Saya ingin orang datang ke NTB bukan hanya untuk menikmati keindahan alamnya, tetapi juga untuk belajar Al-Qur’an. Kita ingin NTB menjadi pusat lahirnya generasi Qur’ani sekaligus menjadi rujukan pembelajaran Al-Qur’an di Indonesia,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi NTB, kata Iqbal, sudah mulai membenahi organisasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dan meningkatkan kualitas pembinaan secara berkesinambungan.
Ketua Harian LPTQ Provinsi NTB, TGH. Dr. Sabarudin, menjelaskan bahwa training center diikuti oleh 58 peserta terbaik yang tersebar di 8 cabang musabaqah dan 21 golongan. Mereka dibimbing oleh 16 pelatih yang sudah berpengalaman.
“Pembinaan akan terus berlanjut, baik secara tatap muka maupun daring, hingga pelaksanaan MTQ Nasional di Semarang. Seluruh pelatih berkomitmen memberikan pendampingan terbaik agar kafilah NTB mampu tampil optimal,” jelas Sabarudin.
Setiap peserta menjalani evaluasi harian untuk mengukur perkembangan kemampuan masing-masing. Metode ini dipilih agar proses pembinaan lebih terukur dan hasilnya bisa langsung diperbaiki.
Di akhir kunjungannya, Iqbal mengingatkan para peserta untuk menjaga disiplin, kesehatan, dan kekompakan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih dan jajaran LPTQ yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga.
“Perjuangan tidak akan pernah mengkhianati hasil. Berlatihlah dengan sungguh-sungguh, jaga kesehatan, dan tanamkan keyakinan bahwa setiap ikhtiar yang dilakukan dengan sepenuh hati akan menghasilkan yang terbaik. Tugas kita adalah berusaha maksimal, sedangkan hasil akhirnya kita serahkan kepada Allah SWT,” pesannya.
MTQ Nasional XXXI dijadwalkan berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, pada 11–20 September 2026. Kafilah NTB diharapkan bisa tampil lebih baik dibanding edisi sebelumnya.