Kebakaran Hutan di Lereng Utara Tambora Padam, 1.956 Hektare Lahan Terbakar, Tim Dalkarhut Kembali ke Mataram

Penulis: Khoirul Anwar  •  Senin, 13 Juli 2026 | 15:53:31 WIB
Tim Dalkarhut kembali ke Mataram setelah seluruh titik api di Lereng Utara Tambora berhasil dipadamkan.

DOMPU — Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Lereng Utara Tambora selama beberapa waktu terakhir akhirnya bisa diatasi. Balai Taman Nasional Tambora (TNT) mengonfirmasi tidak ada lagi titik panas atau kobaran api yang terpantau sejak Jumat pekan lalu.

Luas Lahan Terbakar Capai 1.956 Hektare

Kepala Balai TNT, Abdul Azis Bakry, menyebutkan luas kawasan yang terdampak mencapai 1.956 hektare. Ia memastikan angka tersebut tidak mengalami penambahan setelah api berhasil dipadamkan.

“Luas kebakaran 1.956 hektare, tidak ada penambahan,” ungkap Abdul Azis kepada Suara NTB, Minggu (12/7).

Tim Dalkarhut Ditarik, Mitigasi Tetap Jalan

Dengan terkendalinya situasi, personel dari Balai Dalkarhut Jabalnusra yang sebelumnya dikerahkan untuk memperkuat pemadaman akhirnya dipulangkan. Mereka kembali ke Mataram pada Sabtu setelah seluruh titik api dipastikan padam.

Meski begitu, Balai TNT tidak serta-merta mengendurkan pengawasan. Abdul Azis menegaskan pihaknya tetap melakukan mitigasi untuk mencegah kebakaran terulang. Upaya yang dilakukan antara lain patroli rutin dan sosialisasi ke masyarakat sekitar kawasan serta para pengunjung.

Peringatan untuk Pengunjung dan Masyarakat

Balai TNT mengimbau warga dan wisatawan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan atau menyalakan api di area hutan. Aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran juga diminta dihindari, terutama selama musim kemarau seperti sekarang.

Vegetasi yang mengering akibat minimnya curah hujan membuat kawasan hutan di lereng Tambora sangat rentan terbakar. Balai TNT berharap peran aktif semua pihak untuk mencegah munculnya kebakaran baru di kawasan taman nasional tersebut.

Reporter: Khoirul Anwar
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top