NUSA TENGGARA BARAT — Slate Auto, start-up kendaraan listrik yang didukung Jeff Bezos, mengumumkan kolaborasi dengan perusahaan krayon Crayola pada Kamis pekan lalu. Lewat kerja sama ini, pembeli truk listrik Slate bisa memilih lima warna khas Crayola untuk membungkus kendaraannya — tanpa perlu repot mengecat ulang.
Model dasar Slate dijual dengan harga US$ 24.950 (sekitar Rp 412 juta) dalam kondisi polos abu-abu tanpa cat. Jarak tempuhnya mencapai 205 mil (330 km) per pengisian. Filosofi brand ini memang dibangun di atas kesederhanaan dan personalisasi: konsumen membeli sasis kosong, lalu bebas menghiasnya dengan stiker bodi, aksesori lampu, dan dekorasi lain.
Slate menyediakan lima pilihan warna yang merupakan warna andalan Crayola: Cerulean, Fern, Jersey Tomato, Razzmatazz, dan Dandelion. Biaya pemasangan stiker bodi ini adalah US$ 1.549,99 (sekitar Rp 25,6 juta).
Pembeli yang memilih paket ini juga mendapatkan key fob dan "Slatelet" — sebuah aksesori seni yang dipasang di dasbor — dengan warna yang serasi. Semua aksesori itu sudah termasuk dalam harga paket stiker.
Stiker bodi atau vehicle wrap adalah lembaran vinil cetak yang ditempelkan ke bodi mobil tanpa perlu cat ulang. Slate menjadikan ini sebagai pilar utama strategi diferensiasinya. Perusahaan mengklaim sudah memiliki ratusan pilihan warna dan kombinasi stiker.
Ini bukan kolaborasi pertama Slate di bidang desain. Sebelumnya, perusahaan juga bekerja sama dengan seniman New York Max Kolo untuk merancang stiker edisi terbatas. Namun, bagi Crayola, ini adalah kerja sama otomotif perdana mereka. “Kami sangat antusias menyambut para kreator dan mitra baru ke depannya,” ujar juru bicara Slate melalui email.
Slate baru keluar dari mode stealth pada April 2025 dan belum melakukan pengiriman unit pertama. Perusahaan mulai menerima pemesanan awal bulan lalu. Konsumen bisa memilih konfigurasi awal sebagai truk dua kursi seharga US$ 24.950, atau upgrade ke SUV lima kursi seharga US$ 29.950 (sekitar Rp 494 juta).
Slate belum mengonfirmasi apakah akan menggandeng merek lain seperti Crayola untuk merilis lebih banyak desain stiker. Namun, dengan pendekatan yang sangat mengedepankan kustomisasi, bukan tidak mungkin kerja-kerja kolaborasi serupa akan terus mengalir di masa mendatang.
Bagi konsumen Indonesia, truk listrik custom ala Slate ini masih jauh dari jangkauan karena belum ada rencana distribusi resmi ke Asia Tenggara. Namun, langkah Slate dan Crayola ini setidaknya menunjukkan arah baru industri otomotif: personalisasi ekstrem tanpa harus merogoh kocek dalam untuk cat ulang bodi.