MATARAM — Ratusan anak muda Nusa Tenggara Barat memadati acara Bincang Inspiratif yang digelar di Mataram, Selasa (7/7/2026). Dalam kesempatan itu, Dian Sastrowardoyo menekankan bahwa kekayaan tradisi dan komunitas di Lombok adalah aset strategis yang bisa dikembangkan menjadi inisiatif di bidang ekonomi, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Budaya lokal bukan hanya warisan yang harus dijaga, tetapi juga sumber inspirasi untuk menciptakan solusi yang relevan bagi masyarakat,” ujar Dian di hadapan peserta. Ia menilai generasi muda yang memahami akar budayanya cenderung lebih peka melihat potensi daerah yang kerap luput dari perhatian banyak orang.
Kepekaan itu, menurut Dian, menjadi fondasi lahirnya inovasi yang berdampak luas. Ketika inovasi dipadukan dengan kekuatan budaya dan potensi lokal, hasilnya tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi juga lebih berkelanjutan karena tumbuh bersama komunitas setempat.
“Lombok memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Itu bisa menjadi modal besar bagi anak muda untuk menciptakan sesuatu yang berdampak, tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi, pendidikan, sekaligus memberdayakan masyarakat,” kata Dian.
Ia mencontohkan, tradisi tenun, kuliner khas, hingga kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya alam bisa diangkat menjadi produk atau jasa yang bernilai ekonomi. Anak muda Lombok, menurutnya, tinggal berani mengemasnya dengan pendekatan kekinian.
Dian juga memberikan semangat kepada anak muda Lombok agar tidak ragu mendaftarkan karya atau gagasan mereka ke Satu Indonesia Awards, meski masih dalam tahap awal pengembangan. Ia mengingatkan bahwa banyak anak muda gagal memulai karena menunggu programnya dianggap sempurna.
“Jangan minder dan jangan menunggu program menjadi besar. Kalau punya ide yang benar-benar lahir dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar, daftarkan saja. Siapa tahu justru dari Lombok lahir pemenang Satu Indonesia Awards berikutnya,” pungkasnya.
Menurut Dian, investasi terbaik adalah investasi pada manusia, khususnya generasi muda. Ia menilai Indonesia memiliki banyak anak muda yang kreatif, peduli terhadap lingkungan sekitar, serta berani menghadirkan perubahan. Namun, potensi tersebut membutuhkan ruang dan kesempatan untuk berkembang.
“Selama menjadi bagian dari Satu Indonesia Awards, saya melihat sendiri bahwa anak muda Indonesia memiliki karya-karya yang luar biasa. Mereka hanya membutuhkan perhatian, apresiasi, dan ruang untuk berkembang agar dapat menginspirasi lebih banyak orang,” ujarnya.
Astra Award atau Satu Indonesia Awards telah berjalan selama 17 tahun. Program ini memberikan apresiasi bagi anak bangsa yang berkontribusi di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi. (red)