LOMBOK BARAT — Dua unit mobil pemadam dikerahkan setelah laporan warga bernama Krisna masuk ke posko utama Damkarmat Gerung. Tim Regu 1 tiba di lokasi hanya dalam waktu tujuh menit, tepat pukul 15.20 Wita. Langkah cepat itu dinilai krusial karena bangunan yang terbakar merupakan kios penuh barang dagangan mudah terbakar dan berada di kawasan padat penduduk.
Proses pemadaman berlangsung dinamis. Petugas dibantu puluhan warga bergotong-royong menyemprotkan air dan mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari dalam bangunan. Satu tangki penuh armada pemadam habis digunakan untuk menjinakkan seluruh kobaran api.
“Kami menerima informasi awal dari Bapak Krisna sekitar pukul 15.13 Wita. Personel langsung bergerak dan berhasil melokalisasi api agar tidak merembet ke rumah warga lainnya,” ujar Kepala Damkarmat Lombok Barat, Suherman, dalam keterangan tertulis, Minggu (5/7/2026).
Berdasarkan hasil investigasi awal di lapangan, petugas menduga kuat api berasal dari korsleting listrik di bagian belakang kios. Meski belum ada keterangan resmi dari kepolisian, Damkarmat memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Seluruh personel pemadam resmi mengakhiri operasi pada pukul 16.00 Wita dan kembali ke posko utama Mabes Gerung. “Pemilik rumah kios, Pak Mahir, mengalami kerugian materiil yang kami perkirakan mencapai Rp100 juta. Beruntung tidak ada korban jiwa,” kata Suherman.