BRI Setorkan Dividen Rp52,1 Triliun ke Negara, Bank Pelat Merah Ini Klaim Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan di NTB

Penulis: Jefri Siahaan  •  Senin, 06 Juli 2026 | 15:11:01 WIB
BRI catatkan dividen Rp52,1 triliun, tertinggi sepanjang sejarah bank pelat merah.

MATARAM — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan sejarah baru dengan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp52,1 triliun, angka tertinggi sepanjang berdirinya bank pelat merah tersebut. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada Jumat (10/4/2026) lalu, di bawah supervisi Danantara. Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Barat, dividen jumbo ini menjadi sinyal bahwa kinerja bank yang menjadi tulang punggung pembiayaan mereka tetap solid.

Kinerja Keuangan Tumbuh Dua Digit di Tengah Ekspansi Kredit

Kinerja solid BRI sepanjang 2025 menjadi fondasi pembagian dividen tersebut. Perseroan mencatat laba tahun berjalan konsolidasian sebesar Rp57,132 triliun pada 2025, di mana laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp56,65 triliun. Momentum ini berlanjut hingga triwulan I 2026, di mana BRI membukukan laba bersih konsolidasian Rp15,5 triliun, tumbuh 13,7 persen secara tahunan.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI tembus Rp1.562 triliun atau naik 13,7 persen year-on-year (yoy). Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp1.555 triliun, tumbuh 9,4 persen yoy. Angka-angka ini menunjukkan perputaran uang di sektor riil, termasuk di Lombok dan Sumbawa, masih bergerak positif.

KUR Tersalurkan Rp84,36 Triliun, Jadi Andalan UMKM NTB

BRI juga menegaskan komitmennya pada sektor kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga Mei 2026, realisasi KUR BRI secara nasional telah mencapai Rp84,36 triliun, atau 46,87 persen dari total alokasi tahun 2026 sebesar Rp180 triliun. Angka ini menjadikan BRI sebagai penyalur KUR terbesar di Indonesia, termasuk di NTB yang mayoritas pelaku usahanya bergerak di sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata.

“Kami ingin memastikan pertumbuhan Perseroan tidak hanya tercermin pada kinerja keuangan, tetapi juga pada kontribusi nyata BRI dalam pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi kerakyatan, dan penciptaan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam siaran pers yang diterima redaksi.

Efisiensi Pendanaan Menguat Berkat Digitalisasi

Di sisi efisiensi, BRI berhasil menekan biaya dana atau cost of fund (CoF) menjadi 2,3 persen pada triwulan I 2026, turun dari 3 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini ditopang oleh pertumbuhan CASA (tabungan dan giro) yang naik 13,2 persen yoy menjadi Rp1.058,6 triliun. Rasio CASA pun terdongkrak ke level 68,07 persen.

Peningkatan transaksi digital melalui super apps BRImo, platform Qlola by BRI, serta layanan Business Merchant dan QRIS BRI menjadi motor utama perbaikan struktur pendanaan tersebut. Bagi nasabah di NTB, layanan digital ini memudahkan transaksi tanpa harus datang ke kantor cabang, terutama di wilayah pelosok.

Transformasi BRIVolution Reignite dan Rebranding

Di bawah kepemimpinan Hery Gunardi, BRI menjalankan program transformasi BRIVolution Reignite yang berfokus pada penguatan struktur pendanaan, percepatan digitalisasi, dan pengembangan bisnis inti. Sebagai puncak dari transformasi tersebut, BRI meluncurkan corporate rebranding pada 16 Desember 2025 bertepatan dengan hari jadinya yang ke-130.

“Melalui inisiatif corporate rebranding, BRI menghadirkan identitas yang lebih modern, universal, inklusif, dan relevan bagi seluruh masyarakat Indonesia, tanpa meninggalkan nilai-nilai utama, yakni DNA keberpihakan kepada rakyat, pemberdayaan UMKM, serta peran strategis BRI sebagai agent of development,” tegas Hery.

Kehadiran Danantara sebagai supervisi disebut menjadi momentum bagi BRI untuk memperkuat sinergi dalam mendukung program strategis nasional, tanpa meninggalkan akar bisnisnya di sektor kerakyatan yang menjadi ciri khas bank bersimbol pohon hayat ini.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: radarlombok.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top