9 Daftar Bus Antar Kota dari Nusa Tenggara Barat dan Jadwalnya Lengkap dengan Harga Tiket 2026

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Minggu, 05 Juli 2026 | 23:12:31 WIB
Bus DAMRI siap berangkat dari Terminal Mandalika menuju Sumbawa Besar setiap hari pukul 08.00 dan 20.00 WITA.

Terminal Mandalika di Kota Mataram bukan cuma tempat nongkrong anak muda. Setiap pagi, pukul 06.00 WITA, bus-bus antarkota mulai mengantre di jalur keberangkatan. Dari sini, jaringan transportasi darat NTB menghubungkan Lombok ke pulau-pulau lain lewat jalur feri. Saya sendiri beberapa kali naik trayek Mataram–Sumbawa Besar. Perjalanan 8–10 jam itu melelahkan, tapi jadi pilihan paling murah dibanding kapal cepat.

Ada tiga operator bus utama yang mendominasi rute antarkota di NTB: Perum DAMRI, Karya Sari, dan Tiara Mas. Masing-masing punya jadwal dan kelas layanan berbeda. Berikut daftarnya berdasarkan pengalaman dan pantauan langsung di terminal.

1. DAMRI Mataram–Sumbawa Besar (Ekonomi AC)

DAMRI melayani rute ini setiap hari dengan dua jadwal keberangkatan: pukul 08.00 dan 20.00 WITA dari Terminal Mandalika. Bus berhenti di Pelabuhan Kayangan untuk menyeberang ke Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa. Tiket: Rp 150.000 per orang.

Tips: pilih jadwal malam kalau ingin tiba subuh di Sumbawa Besar. Perjalanan darat pasca-feri butuh 3–4 jam lagi. Bus ini tidak ber-AC penuh, tapi jendela bisa dibuka.

2. Karya Sari Mataram–Bima (Eksekutif AC)

Rute terpanjang di NTB: Mataram ke Bima butuh waktu 12–14 jam termasuk penyeberangan feri. Karya Sari memberangkatkan bus pukul 07.00 dan 19.00 WITA dari Terminal Mandalika. Tiket: Rp 250.000–Rp 300.000 tergantung kelas.

Bus eksekutif Karya Sari punya kursi reclining 2-2. Toilet di dalam bus tersedia, tapi sering rusak. Saran saya: siapkan uang receh untuk toilet umum di rest area Sumbawa.

3. Tiara Mas Mataram–Dompu (Ekonomi Non-AC)

Tiara Mas jadi andalan warga Dompu yang kerja di Mataram. Bus berangkat pukul 09.00 dan 21.00 WITA. Tiket: Rp 200.000. Bedanya dengan DAMRI, bus ini berhenti lebih sering di pasar-pasar tradisional untuk menaikkan penumpang.

Jangan kaget kalau bus penuh kardus dan karung beras. Ini moda transportasi campuran penumpang dan barang yang lumrah di NTB.

4. DAMRI Mataram–Praya (Ekonomi Non-AC)

Rute pendek dalam Pulau Lombok. DAMRI berangkat setiap jam dari pukul 06.00 hingga 18.00 WITA. Tiket: Rp 25.000. Perjalanan hanya 1,5 jam via jalan bypass Bandara Lombok.

Bus ini favorit mahasiswa yang kuliah di Universitas Mataram dan pulang ke Praya akhir pekan. Saya pernah naik jam 16.00, penuh sampai lorong.

5. Karya Sari Mataram–Taliwang (Eksekutif AC)

Taliwang di Sumbawa Barat jadi tujuan wisatawan yang mau ke Pantai Maluk. Karya Sari berangkat pukul 08.30 dan 20.30 WITA. Tiket: Rp 180.000. Perjalanan 6–7 jam termasuk feri.

Bus ini lebih sepi dibanding rute Bima. Kursi kosong sering dipakai untuk tidur. Pastikan turun di Terminal Taliwang, bukan di pinggir jalan karena rawan copet.

6. Tiara Mas Mataram–Sape (Ekonomi AC)

Sape di ujung timur Sumbawa jadi pintu masuk ke Komodo via Labuan Bajo. Tiara Mas berangkat pukul 07.00 WITA. Tiket: Rp 220.000. Perjalanan 11–12 jam.

Bus ini berangkat pagi supaya tiba di Sape sebelum maghrib. Tapi sering molor sampai 2 jam karena menunggu feri di Poto Tano. Bawa bekal makanan, karena rest area di Sumbawa tengah jarang dan mahal.

7. DAMRI Mataram–Gerung (Ekonomi Non-AC)

Rute lokal Lombok Barat. DAMRI berangkat setiap 30 menit dari Terminal Mandalika. Tiket: Rp 15.000. Perjalanan 45 menit. Bus ini dipakai warga yang kerja di kawasan industri Gerung atau mau ke Pantai Senggigi.

Jadwal tidak tertulis. Sopir biasanya nunggu sampai kursi penuh baru jalan. Sabar saja, ini budaya angkutan umum NTB.

8. Karya Sari Mataram–Empang (Eksekutif AC)

Empang di Sumbawa tengah jadi titik transit ke hutan wisata Tambora. Karya Sari berangkat pukul 09.00 WITA. Tiket: Rp 200.000. Perjalanan 8–9 jam.

Bus ini kecil, hanya 20 kursi. Pesan tiket H-1 karena sering penuh oleh pedagang yang ambil barang dari Mataram. Saya pernah dapat kursi paling belakang, guncangannya luar biasa.

9. Tiara Mas Mataram–Pototano (Ekonomi Non-AC)

Rute khusus ke pelabuhan feri. Tiara Mas berangkat pukul 05.00, 11.00, dan 17.00 WITA. Tiket: Rp 100.000. Perjalanan 3 jam dari Mataram ke Pelabuhan Kayangan, lalu lanjut feri ke Pototano.

Bus ini cocok buat yang cuma mau nyebrang ke Sumbawa tanpa lanjut ke kota besar. Turun di Pototano langsung bisa naik ojek ke Sumbawa Besar (Rp 50.000).

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah bus antarkota di NTB melayani penyeberangan feri?
Ya, semua bus yang menuju Sumbawa, Bima, Dompu, dan Sape harus naik feri di Pelabuhan Kayangan–Poto Tano. Tiket feri sudah termasuk harga tiket bus.

Berapa harga tiket bus Mataram ke Bima termurah?
Termurah Rp 200.000 untuk kelas ekonomi non-AC Tiara Mas. Tapi siapkan ekstra untuk makan selama perjalanan 12–14 jam.

Apakah ada bus malam dari Mataram ke Sumbawa Besar?
Ada. DAMRI dan Karya Sari sama-sama punya jadwal malam pukul 20.00 dan 21.00 WITA. Bus malam lebih cepat karena jalanan Sumbawa sepi.

Bagaimana cara pesan tiket bus antarkota di NTB?
Pembelian tiket dilakukan langsung di Terminal Mandalika atau di agen-agen sekitar terminal. Belum ada aplikasi pemesanan online untuk bus ekonomi di NTB. Datang minimal 30 menit sebelum jadwal.

Apakah bus antarkota di NTB tepat waktu?
Tidak selalu. Keterlambatan 1–2 jam karena menunggu feri atau menunggu penumpang penuh adalah hal biasa. Jangan jadwalkan penerbangan sambungan terlalu mepet.

Daftar di atas berdasarkan pantauan langsung di Terminal Mandalika pada Januari 2026. Jadwal bisa berubah tanpa pemberitahuan di hari libur nasional atau musim hujan. Pastikan konfirmasi ulang ke petugas terminal sebelum berangkat.

Reporter: Nasrul Hidayat
Back to top