Tim SAR Gabungan Evakuasi Pendaki Hipotermia di Bukit Savana Dandaun Sembalun, Hamzanwadi Meninggal Dunia

Penulis: Mardian Syah  •  Minggu, 05 Juli 2026 | 16:34:01 WIB
Tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki hipotermia di Bukit Savana Dandaun, Sembalun.

SELONG — Tim SAR gabungan mengevakuasi Hamzanwadi (38), warga Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, yang mengalami hipotermia saat mendaki Bukit Savana Dandaun, Sembalun. Korban ditemukan dalam kondisi kritis akibat kedinginan ekstrem pada Minggu (5/7) dini hari.

Laporan Masuk Tengah Malam, Tim Bergerak Cepat

Kantor SAR Mataram menerima laporan pertama pada Sabtu, 4 Juli 2026, pukul 22.37 WITA. Tim Rescue Pos SAR Kayangan langsung diberangkatkan dengan membawa perlengkapan mountaineering dan medis.

Koordinator Pos SAR Kayangan M. Darwis, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi, mengatakan tim berhasil menjangkau korban sekitar pukul 00.50 WITA. "Korban kemudian segera kami evakuasi ke Puskesmas Sembalun untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia," ujar Darwis.

Jenazah Diserahkan ke Keluarga, Operasi SAR Ditutup

Setelah proses evakuasi selesai, jenazah Hamzanwadi langsung diserahkan kepada pihak keluarga. M. Darwis menambahkan, operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup setelah korban berhasil dievakuasi dan diserahkan.

Unsur yang terlibat dalam pencarian dan evakuasi meliputi tim Rescue Pos SAR Kayangan, Unit SAR Lombok Timur, Polsek Sembalun, Babinsa Sembalun, Damkarmat Lombok Timur, pengelola Bukit Savana Dandaun, EMHC, Puskesmas Sembalun, serta masyarakat setempat.

Savana Dandaun, Destinasi Rawan Hipotermia?

Savana Dandaun di kawasan Sembalun dikenal sebagai destinasi pendakian dengan suhu yang bisa turun drastis, terutama pada malam hari. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pendaki untuk selalu mempersiapkan perlengkapan yang memadai, termasuk jaket tebal dan sleeping bag, serta tidak memaksakan diri jika kondisi fisik tidak prima.

Reporter: Mardian Syah
Sumber: radarlombok.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top