NUSA TENGGARA BARAT — Rakor yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad itu dihadiri oleh Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu, Deputi Gubernur BI Destry Damayanti, serta Wakil Menteri Keuangan Juda Agung. Turut hadir Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Mensesneg Prasetyo Hadi, menandakan agenda ini menyangkut koordinasi lintas sektor.
Dalam pernyataannya usai rapat, Dasco menjelaskan bahwa pertemuan tersebut dirancang untuk menyelaraskan langkah fiskal dan moneter. "Pada hari ini kami mengadakan rapat koordinasi untuk pertumbuhan ekonomi, sekaligus juga rapat untuk mitigasi beberapa hal yang terjadi belakangan ini," ujarnya.
Wakil Ketua DEN, Mari Elka Pangestu, memberikan sinyalemen yang lebih gamblang. Ia mengakui bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih cukup baik. Namun, ia memberi catatan serius terkait depresiasi rupiah. "Kita memang menghadapi pelemahan Rupiah yang lebih daripada peers kita," kata Mari.
Menurut Mari, kondisi itu tidak bisa dilepaskan dari isu kepercayaan atau confidence pelaku pasar. Ia menekankan bahwa pemerintah dan otoritas moneter harus menjaga trust melalui kebijakan yang konsisten. "Berarti kita juga harus mewaspadai bagaimana menjaga isu confidence dan trust, dan itu tidak tentu terlepas dari kaitannya dengan kebijakan-kebijakan yang akan diambil oleh masing-masing lembaga," ujar Mari.
Mari menambahkan, pihaknya telah memberikan masukan kepada pemerintah untuk merespons dinamika global dan domestik secara simultan. Langkah-langkah yang dibahas mencakup instrumen fiskal dari Kementerian Keuangan dan kebijakan moneter dari Bank Indonesia.
"Dan apa langkah-langkah yang perlu dilakukan baik dari segi fiskal maupun dari segi moneter dan koordinasi antara fiskal dan moneter itulah yang kita bahas," jelas Mari.
Kehadiran Wamenkeu Juda Agung dan Deputi Gubernur BI Destry Damayanti dalam satu forum mengindikasikan bahwa tekanan terhadap rupiah membutuhkan respons yang terpadu, bukan sekadar kebijakan sepihak. Pasar sebelumnya menanti sinyal dari pertemuan ini terkait potensi intervensi nilai tukar atau penyesuaian instrumen moneter lainnya.
Rakor ini menjadi forum bagi DPR untuk memastikan bahwa eksekutif memiliki peta jalan yang jelas dalam menghadapi perlambatan ekonomi global. Wakil Ketua DPR Sari Yuliati, Saan Mustopa, dan Cucun Ahmad Syamsurijal turut mendampingi Dasco dalam pertemuan tersebut.
Belum ada keputusan konkret yang diumumkan langsung setelah rapat. Namun, forum ini setidaknya memberikan gambaran bahwa pemerintah dan DPR tengah menyusun strategi bersama untuk mencegah pelemahan rupiah menggerus pertumbuhan ekonomi nasional yang masih dalam masa pemulihan.