MATARAM — Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di NTB tidak hanya diisi dengan seremoni. BPBD Provinsi NTB memilih turun langsung ke lapangan dengan mengikuti aksi bersih massal yang melibatkan lintas instansi dan komunitas lingkungan.
Kegiatan ini berlangsung di beberapa ruas jalan dan kawasan publik di Kota Mataram, pekan lalu. Personel BPBD terlihat menyatu dengan aparatur sipil negara (ASN), pelajar, dan relawan kebencanaan untuk memungut sampah serta membersihkan saluran air.
Kepala BPBD Provinsi NTB menegaskan bahwa aksi bersih lingkungan bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, sampah yang menumpuk di saluran air dan sungai menjadi salah satu pemicu utama banjir di musim hujan. Wilayah NTB, khususnya kawasan perkotaan seperti Mataram, kerap menghadapi risiko genangan saat intensitas hujan tinggi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari budaya sadar bencana. Saluran yang bersih berarti risiko banjir bisa ditekan,” ujar Kepala BPBD NTB dalam keterangannya.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD tidak hanya menyapu dan memungut sampah. Mereka juga membagikan kantong sampah ramah lingkungan kepada warga yang melintas. Edukasi singkat mengenai pemilahan sampah dan bahaya membuang sampah sembarangan juga disampaikan secara langsung di lapangan.
Aksi bersih ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema pengelolaan sampah dan ketahanan iklim. BPBD NTB berharap aksi serupa bisa terus digalakkan secara rutin, tidak hanya saat hari peringatan.
Partisipasi BPBD dalam kegiatan ini menunjukkan adanya sinergi antara lembaga penanggulangan bencana dengan dinas lingkungan hidup. Kolaborasi ini dinilai penting karena masalah lingkungan, seperti sampah dan alih fungsi lahan, kerap menjadi faktor yang memperparah dampak bencana hidrometeorologi.
Ke depan, BPBD Provinsi NTB berencana mengintegrasikan program kebersihan lingkungan ke dalam rencana kontingensi bencana di tingkat kota dan kabupaten. Langkah ini diambil agar kesadaran akan kebersihan lingkungan bisa menjadi bagian dari kesiapsiagaan warga NTB menghadapi musim hujan.