Warga Wanam Papua Bantah Isu Eksodus Massal Akibat PSN Food Estate, Sebut Infrastruktur Mulai Terbangun

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 18:29:01 WIB
Warga Kampung Wanam Papua menegaskan tidak terjadi eksodus massal akibat proyek PSN food estate.

NUSA TENGGARA BARAT — Warga Kampung Wanam, Distrik Kolf Braza, Papua Selatan, menepis berbagai tuduhan terkait dampak buruk Proyek Strategis Nasional (PSN) food estate di wilayah mereka. Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (4/6/2026), sejumlah tokoh masyarakat dan petani setempat mengklaim pembangunan justru membawa perubahan positif, terutama pada sektor infrastruktur dan lapangan kerja.

Luas Lahan dan Klaim Alat Berat yang Dibantah

Pihak masyarakat membantah narasi yang menyebut luas kawasan PSN mencapai 2,5 juta hektare. Menurut data yang dihimpun, area yang direncanakan hanya sekitar 1 juta hektare dengan pembukaan lahan tahap awal seluas 15 ribu hektare. Lahan tersebut difokuskan untuk pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan, jembatan, pelabuhan, panel surya, kilang minyak, dan cold storage.

Terkait operasional alat berat, informasi mengenai pemesanan 2.000 unit ekskavator juga dibantah. Hingga saat ini, jumlah alat berat yang beroperasi di lapangan masih berkisar ratusan unit, jauh dari angka yang disebutkan dalam narasi yang beredar.

Harapan Petani dan Tokoh Masyarakat

Inosensio Sigipse, petani yang telah menetap di Wanam selama 10 tahun, mengaku mendukung penuh proyek tersebut. Ia berharap pembangunan perumahan dan jalan dapat mempermudah pemasaran hasil pertanian. “Kalau ada pembangunan, mungkin bisa bangun perumahan dan jalan. Supaya kita jual hasil tani lebih gampang,” ujar pria yang akrab disapa Papa Ino itu.

Ketua Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) Wanam, Kleopas Mause, menambahkan masyarakat sejak awal menerima kehadiran PSN. “Sekarang masyarakat sudah mulai terlibat kerja. Memang belum 100 persen, tapi sudah ada perubahan,” ungkapnya. Kleopas menekankan kebutuhan mendesak akan jalan layak yang menghubungkan kampung dengan perusahaan setempat.

Tokoh masyarakat Laurentius Gali Blagaise atau Papa Lau mengakui masih banyak warga yang belum terserap sebagai tenaga kerja. Namun, ia optimistis peluang kerja akan terus terbuka. “Masih banyak anak muda yang mau kerja. Harapannya bisa mengurangi pengangguran,” katanya.

Kontras dengan Narasi Krisis Sosial

Berbeda dengan isu yang menyebut adanya eksodus massal, warga memastikan tidak pernah terjadi perpindahan penduduk secara besar-besaran. Masyarakat justru menaruh harapan besar agar proyek tersebut mampu mendorong kemajuan daerah. “Kita mau Wanam bisa maju ke depan, sedikit demi sedikit lebih baik,” tutur Laurentius.

Proyek Strategis Nasional food estate di Wanam merupakan bagian dari program pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Meski sempat menuai kritik dari sejumlah LSM lingkungan, warga setempat menilai dampak langsung di lapangan lebih positif dibandingkan spekulasi yang beredar di luar daerah.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: medcom.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top