MATARAM — Komitmen Bupati Lombok Barat H Lalu Ahmad Zaini dalam meningkatkan kualitas aparatur sipil negara (ASN) diwujudkan dengan mengirimkan 14 pejabat eselon II mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Pelatihan yang digelar di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi NTB ini menjadikan Lombok Barat sebagai daerah dengan peserta terbanyak se-NTB.
Ke-14 pejabat yang dikirim itu antara lain Asisten I Setda Lobar H Saeful Ahkam, Kepala Dinas Kelautan dan Ketahanan Pangan H Afgan Kusuma Negara, Kepala Bapperida Deni Arif Nugroho, Kepala Dinas Pertanian H L Moh Hakam, Kepala Dinas Dukcapil H Faturrahman, dan Kepala BKDPSDM Baiq Mustika. Turut serta Kepala Dinas PUPR-KP Lalu Ratnawi, Kepala BKAD Agus Sastra, Kepala Dinas PMPTSP Heri Ramadhan, Bapenda Lalu Agha, Dinas Sosial Arief Suryawirawan, Kasat PolPP I Ketut Rauh, Dinas PMD Mahnan, dan Dinas Kominfotik H Riski Bani Adam.
Pelaksanaan PKN Tingkat II Angkatan XIII Tahun 2026 ini berlangsung selama empat bulan, mulai Selasa (2/6/2026) hingga 24 September 2026. Asisten III Setda Lobar Fauzan Husniadi mengungkapkan, partisipasi tahun ini melonjak signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya mengirim tiga orang per daerah.
“Inilah komitmen beliau (Pak bupati) untuk peningkatan sumber daya manusia yang ada di Kabupaten Lombok Barat,” ujar Fauzan di ruang kerjanya, Rabu (3/6).
Fauzan menjelaskan, PKN Tingkat II kini tidak lagi menggunakan metode klasikal konvensional yang berbulan-bulan di dalam kelas. Sebaliknya, peserta mendapatkan materi awal selama beberapa hari, lalu mengaplikasikannya langsung di tempat kerja. Materi yang diajarkan mencakup leadership, manajerial, kemampuan beradaptasi, hingga komunikasi pengambilan keputusan.
“Pimpinan harus cepat mengambil keputusan. Dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan, termasuk digitalisasi ini. Bupati selalu menekankan hal tersebut,” tambahnya.
Peningkatan kapasitas kepemimpinan ini dinilai berdampak langsung pada penilaian indeks reformasi birokrasi. Saat ini, Pemkab Lombok Barat menempati peringkat pertama di NTB dengan predikat A- dan nilai mencapai 4 plus dari tahun sebelumnya.
“Kemarin kita sudah tahu bahwa indeks reformasi birokrasi kita tertinggi di NTB dengan predikat A-, nilai mencapai 4 plus dari tahun sebelumnya. Ini komitmen pak Bupati untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” jelas Fauzan yang juga menjabat plt Asisten I Setda Lobar.
Program pengembangan SDM tidak berhenti di level eselon II. Fauzan menyebut, pejabat eselon III baik kepala bidang maupun kepala bagian akan mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) pada 2027 mendatang. “Karena pada tahun anggaran 2026 perubahan, belum tersedia alokasi kelas khusus untuk jenjang tersebut,” pungkasnya.
Kepala BPSDMD Provinsi NTB H Fathurrahman mengapresiasi langkah Pemkab Lombok Barat. Menurutnya, keikutsertaan 14 pejabat itu menjadi energi baru dalam menjalankan roda birokrasi. “Semoga keikutsertaan ini menjadi energi baru untuk melahirkan pemimpin-pemimpin perubahan yang mampu membawa Lombok Barat semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ujarnya.