NUSA TENGGARA BARAT — Program ESG Charter 2026 merupakan kelanjutan dari kerja sama Dah Sing Bank dan HKSMEA yang sudah berjalan dua tahun terakhir. Selama periode tersebut, lebih dari 70 UKM berhasil memperoleh sertifikasi setelah melalui proses asesmen dan audit independen tanpa biaya. Tahun ini, fokus diperkuat pada aspek implementasi—bukan sekadar pemahaman dasar.
“Kami ingin menunjukkan bahwa ESG bukan hanya kepatuhan regulasi, tetapi juga bisa memperkuat daya saing dan membuka peluang bisnis baru,” ujar Ms. Phoebe Wong, Wakil Presiden Direktur, Senior Executive Director, dan Group Head of Personal Banking Dah Sing Bank dalam pernyataan resmi, Senin (1/6).
Dah Sing Bank dan HKSMEA menyediakan alat asesmen mandiri berbasis daring yang bisa diakses UKM peserta. Alat ini dirancang untuk membantu perusahaan menyusun peta jalan aksi ESG yang praktis dan terukur. Tidak hanya itu, program tahun ini juga memperkuat peran ESG Ambassador—para pengusaha yang sudah tersertifikasi dan diharapkan bisa merekrut lebih banyak peserta melalui pengalaman nyata mereka.
“Kami senang melihat peningkatan signifikan jumlah UKM yang berpartisipasi dan mendapatkan sertifikasi. Tahun ini, kami akan mendorong ESG Ambassador untuk berbagi pengalaman agar lebih banyak UKM tertarik,” kata Andrew Kwok, Presiden HKSMEA.
Pendaftaran ESG Charter 2026 dibuka mulai 1 Juni hingga 15 November 2026. Selama periode itu, Dah Sing Bank dan HKSMEA akan memberikan pendampingan menyeluruh, mulai dari kegiatan promosi, workshop, konsultasi teknis, audit dan sertifikasi, edukasi publik, hingga penguatan koneksi antarpelaku usaha. Semua layanan ini bertujuan mempercepat transisi UKM menuju keberlanjutan ekonomi.
Langkah ini juga menjadi respons terhadap meningkatnya tuntutan dari pelanggan dan mitra bisnis terhadap praktik ESG di kalangan UKM. Menurut Ms. Wong, UKM adalah salah satu segmen nasabah utama Dah Sing Bank dan pemangku kepentingan penting dalam strategi ESG perbankan tersebut.
Salah satu target baru ESG Charter 2026 adalah mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah dan otoritas regulasi terkait. HKSMEA secara aktif menjajaki pengakuan tersebut untuk meningkatkan kredibilitas dan tingkat penerimaan sertifikasi di kalangan dunia usaha. Langkah ini dinilai penting agar program tidak hanya berhenti sebagai inisiatif swasta, tetapi menjadi standar yang diakui secara lebih luas di Hong Kong.