Suhu di NTB Kini Terasa Lebih Hangat, BMKG Ungkap Melemahnya Angin Monsun Australia Jadi Penyebabnya

Penulis: Luthfi Hakim  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 19:41:01 WIB
Suhu udara di NTB meningkat, tercatat mencapai 20,5 derajat Celsius dalam dua hari terakhir.

MATARAM — Suhu udara di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sempat terasa dingin pada akhir Mei 2026 kini berangsur menghangat. Data dari Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) menunjukkan suhu minimum rata-rata dalam dua hari terakhir mencapai 20,5 derajat Celsius, lebih tinggi dari titik terendah sebelumnya yang sempat menyentuh 18,5 derajat Celsius.

Penyebab Suhu Lebih Hangat: Angin Monsun Australia Melemah

Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi ZAM, Ari Wibianto, menjelaskan faktor utama perubahan ini adalah melemahnya Angin Monsun Australia. Angin yang bergerak dari Benua Australia menuju Asia itu biasanya membawa udara dingin dan kering ke wilayah selatan Indonesia, termasuk NTB.

"Beberapa hari terakhir kecepatan angin cenderung melemah, sehingga pengaruh massa udara dingin dari Australia berkurang," kata Ari dalam keterangan yang dilansir Antara, Selasa (2/6/2026).

Akibatnya, pasokan udara dingin yang sebelumnya membuat suhu malam hari di NTB turun drastis kini berkurang secara signifikan. Warga di kawasan pesisir yang sempat harus mengenakan jaket saat beraktivitas di luar rumah pada malam dan pagi hari mulai merasakan perubahan ini.

Kelembapan Tinggi Turut Menahan Panas di Malam Hari

Selain faktor angin, BMKG mencatat kondisi atmosfer yang lebih lembap juga berkontribusi terhadap kenaikan suhu. Tingkat kelembapan udara dalam beberapa hari terakhir lebih tinggi dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.

Kelembapan yang meningkat mendukung pertumbuhan awan di atmosfer. Meski tidak sebanyak saat musim hujan, keberadaan awan dinilai cukup berpengaruh. Awan menghambat pelepasan panas dari permukaan bumi ke atmosfer, sehingga panas yang tersimpan pada siang hari bertahan lebih lama hingga malam hari.

Berapa Lama Suhu Hangat Ini Bertahan?

BMKG memperkirakan kondisi suhu yang relatif hangat masih berpotensi berlangsung dalam beberapa hari mendatang. Hal itu dapat terjadi selama Angin Monsun Australia tidak kembali menguat dan kelembapan udara tetap berada pada tingkat yang cukup tinggi.

Sebelumnya, pada akhir Mei 2026, sebagian besar wilayah NTB sempat merasakan suhu udara yang lebih dingin dari biasanya. Fenomena itu bahkan terasa hingga ke kawasan pesisir yang umumnya memiliki suhu lebih stabil.

Reporter: Luthfi Hakim
Sumber: regional.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top