MATARAM — Jenazah Pietro Lionel Alesandro Seda (13) ditemukan mengapung oleh tim SAR gabungan pada pukul 08.30 WITA, Sabtu (30/5). Lokasi penemuan berada di sebelah utara titik awal hilangnya korban, tepatnya sekitar satu kilometer dari Last Known Position (LKP) di Pantai Skip, Ampenan.
Setelah dievakuasi dari laut, jasad korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Mataram menggunakan Rescue D-Max milik Kantor SAR Mataram. Operasi pencarian untuk korban kedua, Anindita Mantika Muslim (9), tetap dilanjutkan tanpa jeda.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram, Bustanil, membenarkan penemuan tersebut. Ia menyatakan bahwa timnya kini menyisir beberapa sektor secara simultan.
“Betul, pukul 08.30 WITA tadi tim SAR gabungan menemukan korban pertama atas nama Pietro dalam kondisi meninggal dunia, posisinya mengapung di sebelah utara dari titik awal hilangnya korban. Selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara, seluruh unsur yang terlibat langsung kembali melakukan pencarian untuk korban kedua,” ujar Bustanil di lokasi kejadian.
Pola pencarian hari ini dimaksimalkan dengan membagi tim ke beberapa sektor. Penyisiran di perairan menggunakan perahu karet dan Rigit Inflatable Boat (RIB), sementara penyisiran darat dilakukan di sepanjang garis pantai. Tim juga mengoptimalkan drone thermal untuk mendeteksi objek dari udara.
Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak pada Jumat (29/5) sore dalam dua kejadian yang hampir bersamaan. Pietro dilaporkan hanyut di Pantai Skip, sementara Anindita dilaporkan hilang di Pantai Karang Buyuk.
Operasi SAR ini melibatkan sinergi dari personel Kantor SAR Mataram, Sat Brimob Polda NTB, Polairud Polda NTB, Polsek Ampenan, Polresta Mataram, serta Koramil Ampenan. Nelayan dan warga setempat juga turut membantu secara swadaya.