BAZNAS NTB Luncurkan Kurban Modern dengan Daging Kaleng Siap Saji, Target 2.500 Kaleng untuk Warga Miskin Ekstrem

Penulis: Mardian Syah  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 12:46:07 WIB
BAZNAS NTB luncurkan daging kaleng siap saji untuk warga miskin ekstrem di daerah terpencil.

MATARAM — Warga miskin ekstrem di pelosok Nusa Tenggara Barat kini bisa menerima daging kurban dalam bentuk kaleng siap saji. BAZNAS NTB memastikan inovasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan solusi distribusi pangan yang selama ini terkendala jarak dan waktu.

Ketua BAZNAS NTB Dr. Lalu M. Iqbal Murad menyebut skema ini sebagai "Kurban Modern". Tujuannya, daging tidak cepat busuk dan bisa disalurkan ke desa-desa terpencil yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.

Berapa Banyak Daging Kaleng yang Dihasilkan?

Menurut BAZNAS NTB, satu ekor sapi rata-rata menghasilkan sekitar 250 kaleng daging siap konsumsi. Jika sepuluh ekor sapi diolah, total produksi mencapai 2.500 kaleng. Sebagai perbandingan, satu ekor sapi dalam distribusi biasa hanya menjangkau sekitar 100 penerima manfaat.

Proses pengalengan dilakukan melalui kerja sama dengan jaringan BAZNAS di Tangerang yang sudah berpengalaman. Distribusi daging kaleng baru dimulai sekitar satu bulan setelah penyembelihan, menunggu proses produksi dan pengemasan selesai.

Mengapa Daging Kurban Diubah Jadi Kaleng?

Selama ini, distribusi daging segar ke wilayah terpencil di NTB sering terkendala infrastruktur jalan dan keterbatasan pendingin. Daging kaleng dinilai lebih praktis, tidak memerlukan rantai dingin, dan bisa disimpan dalam waktu lama. BAZNAS menyebut langkah ini sebagai penguatan cadangan pangan sosial daerah.

Siapa Saja yang Berpartisipasi dalam Kurban Tahun Ini?

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyumbangkan satu ekor sapi berbobot sekitar 970 kilogram. Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri juga menyerahkan sapi dengan bobot serupa, sementara Sekretaris Daerah NTB H. Abul Chair mengurbankan sapi seberat 750 kilogram.

Partisipasi juga datang dari Kejati NTB, Dinas Sosial P3A, Dinas PUPRPKP, Dinas Peternakan, Dinas Perhubungan, hingga BPBD NTB. Dari sektor perbankan, Bank NTB Syariah menyumbangkan tiga ekor sapi, dan PT Telkom Mataram satu ekor sapi. Kambing kurban juga diterima dari Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan Biro Kesra.

Bagaimana Pola Distribusi Daging Kurban?

BAZNAS NTB menerapkan tiga pola distribusi sekaligus. Pertama, hewan kurban diarahkan langsung ke desa-desa dengan kategori kemiskinan ekstrem. Kedua, distribusi melalui masjid dan organisasi sosial kemasyarakatan agar lebih merata. Ketiga, sebagian hewan diolah menjadi daging kaleng untuk daerah terpencil.

"Iduladha bukan sekadar ibadah, tetapi momentum kepedulian sosial dan penguatan ketahanan pangan masyarakat," ujar Iqbal Murad di hadapan ribuan jemaah dan Gubernur NTB.

Apa Target ke Depan dari Program Kurban Modern Ini?

BAZNAS NTB berharap skema pengalengan daging kurban bisa menjadi model baru distribusi yang lebih tahan lama dan tepat sasaran. Jika tahun ini baru sepuluh ekor sapi yang diolah, ke depan jumlahnya bisa ditingkatkan seiring partisipasi dari lebih banyak instansi dan swasta.

Kapan Warga Miskin Ekstrem Mulai Menerima Daging Kaleng?

Distribusi daging kaleng diperkirakan mulai dilakukan sekitar satu bulan setelah proses penyembelihan yang berlangsung pada Rabu (27/5/2026). Artinya, warga di wilayah terpencil NTB bisa menerima daging kurban pada akhir Juni hingga awal Juli 2026.

Reporter: Mardian Syah
Sumber: lingkar.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top