MATARAM — Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Bank NTB Syariah untuk Tahun Buku 2025 memutuskan sejumlah langkah strategis guna memperkuat fondasi pertumbuhan dan keberlanjutan perusahaan. Salah satu keputusan utama yang disepakati adalah penguatan permodalan dan perluasan akses pembiayaan bagi sektor UMKM di Nusa Tenggara Barat (NTB). Hasil RUPS ini diumumkan langsung oleh manajemen bank pada pekan lalu.
Dalam RUPS tersebut, pemegang saham menyetujui empat pilar utama yang akan menjadi fokus Bank NTB Syariah ke depan. Pertama, penguatan struktur permodalan untuk mendukung ekspansi bisnis. Kedua, peningkatan kualitas layanan digital banking agar menjangkau lebih banyak nasabah di pelosok NTB.
Ketiga, perluasan pembiayaan produktif, khususnya untuk sektor pertanian, peternakan, dan pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Keempat, penguatan tata kelola perusahaan (GCG) dan manajemen risiko sebagai fondasi keberlanjutan jangka panjang.
Keputusan untuk memperluas pembiayaan produktif dinilai menjadi angin segar bagi pelaku UMKM di NTB. Selama ini, akses permodalan menjadi salah satu hambatan utama bagi pengusaha kecil dan menengah di daerah, terutama di kabupaten seperti Lombok Timur, Sumbawa, dan Bima.
Dengan adanya tambahan alokasi dana dari hasil RUPS ini, Bank NTB Syariah menargetkan penyaluran pembiayaan UMKM bisa tumbuh dua digit pada tahun buku 2025. Hal ini diharapkan mampu mendorong roda perekonomian lokal dan menciptakan lapangan kerja baru.
Manajemen Bank NTB Syariah melihat bahwa transformasi digital adalah kunci untuk bersaing di era perbankan modern. Layanan digital banking yang lebih baik akan memudahkan nasabah, termasuk para petani dan nelayan di daerah terpencil, untuk bertransaksi tanpa harus datang ke kantor cabang.
Langkah ini juga sejalan dengan program pemerintah daerah yang mendorong digitalisasi transaksi keuangan di seluruh NTB. Bank NTB Syariah berencana merilis fitur-fitur baru dalam aplikasi mobile banking mereka pada kuartal kedua tahun ini.
Seluruh keputusan yang dihasilkan dalam RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 sudah mulai memasuki tahap perencanaan teknis. Pihak manajemen menargetkan implementasi penuh dari strategi ini berjalan sepanjang tahun 2025, dengan beberapa program prioritas seperti perluasan pembiayaan UMKM sudah dimulai pada awal tahun ini.
Bank NTB Syariah optimistis bahwa dengan fondasi yang semakin kuat, mereka dapat terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi syariah di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen bank dalam mendukung program prioritas pemerintah daerah setempat.
Meskipun tidak disebutkan secara rinci dalam pengumuman, RUPS tahun ini menekankan pada keberlanjutan (sustainability) sebagai kata kunci. Artinya, setiap langkah ekspansi harus dibarengi dengan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan syariah. Target utama adalah pertumbuhan yang sehat, bukan sekadar pertumbuhan cepat tanpa kendali.