MATARAM — Sebanyak tujuh standar teknis penyelenggaraan balapan yang diterapkan di Italia resmi diadopsi untuk Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah, NTB, berdasarkan laporan LombokPost. Kebijakan ini merupakan hasil dari studi banding yang dilakukan tim pengelola sirkuit ke beberapa arena balap di Eropa, dengan fokus utama pada peningkatan sistem keamanan perimeter lintasan dan manajemen kerumunan penonton.
Ketujuh standar tersebut mencakup prosedur evakuasi darurat yang lebih ketat, penggunaan material pembatas lintasan yang lebih elastis, serta sistem zonasi penonton yang terintegrasi dengan titik-titik akses medis. Selain itu, aturan baru juga mengatur tentang jarak aman antara tribun penonton dengan garis lintasan, yang kini mengacu pada regulasi FIM (Fédération Internationale de Motocyclisme) versi terbaru yang diterapkan di sirkuit Italia seperti Mugello dan Misano.
Dampak paling terasa bagi penonton adalah perubahan pada rute masuk dan keluar kawasan sirkuit. Pengelola menerapkan sistem satu arah yang lebih ketat untuk menghindari penumpukan massa saat jeda balapan. Bagi warga di desa penyangga, seperti Desa Kuta dan sekitarnya, pihak pengelola berjanji akan memasang rambu-rambu baru dan memperlebar bahu jalan di titik-titik rawan kepadatan.
Penerapan standar teknis ini akan mulai diuji coba pada ajang balap nasional yang dijadwalkan berlangsung pada kuartal pertama tahun ini. Jika dinilai efektif, seluruh protokol akan diberlakukan penuh untuk event internasional di akhir tahun. Pihak pengelola juga telah melatih 50 petugas keamanan tambahan yang khusus menangani prosedur evakuasi sesuai standar Italia tersebut.
Italia dipilih sebagai acuan karena memiliki pengalaman panjang dalam menyelenggarakan MotoGP dan WorldSBK di sirkuit dengan karakter tikungan yang mirip dengan Mandalika. Tingkat kecelakaan penonton di sirkuit-sirkuit Italia tercatat rendah berkat penerapan standar teknis yang ketat. Studi banding yang dilakukan selama tiga bulan terakhir juga menyoroti sistem drainase lintasan yang lebih responsif terhadap cuaca tropis.
Meski angka pasti belum dirilis, sumber LombokPost menyebutkan bahwa investasi untuk adaptasi teknis ini mencapai puluhan miliar rupiah. Dana tersebut dialokasikan untuk penggantian pagar pembatas di 12 titik, pemasangan sistem peringatan dini berbasis sensor, serta renovasi tribun VIP agar sesuai dengan standar aksesibilitas internasional.
Ya, ada beberapa perubahan minor pada tata letak area paddock dan jalur akses pit. Namun, layout lintasan utama yang sudah dihomologasi FIM tidak mengalami perubahan signifikan. Perubahan lebih banyak terjadi pada infrastruktur pendukung di luar lintasan.
Belum ada keputusan resmi mengenai penyesuaian harga tiket. Namun, pengelola menyatakan bahwa peningkatan standar keamanan tidak serta-merta akan menaikkan harga tiket secara drastis. Skema harga akan diumumkan setelah seluruh proses adaptasi selesai.
Pengawasan dilakukan oleh tim teknis internal sirkuit yang berkoordinasi dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan perwakilan dari FIM. Setiap titik perubahan standar akan diaudit sebelum balapan resmi digelar.