Teknologi Pengisian Cepat BYD Capai Suhu 169°F, Apakah Aman untuk EV?

Penulis: Jefri Siahaan  •  Senin, 11 Mei 2026 | 19:28:02 WIB
Teknologi pengisian cepat BYD mencatat suhu baterai hingga 169°F dalam uji coba nyata di China.

NUSA TENGGARA BARAT — Dalam uji coba nyata, teknologi pengisian cepat Megawatt Flash Charge milik BYD mencatat suhu mencapai 169°F (sekitar 76°C), jauh di atas batas aman yang direkomendasikan di Cina. Hal ini memicu kekhawatiran tentang dampak jangka panjang terhadap kesehatan baterai kendaraan listrik (EV) dan potensi risiko bagi pengguna di Indonesia.

Uji coba yang dilakukan oleh seorang blogger otomotif di China menunjukkan bahwa suhu baterai saat menggunakan teknologi pengisian cepat Megawatt Flash Charge dari BYD dapat mencapai 169°F. Suhu ini cukup tinggi untuk memanggang kalkun dan melebihi batas aman 149°F untuk sel baterai lithium iron phosphate. Dengan semakin banyaknya pengguna EV di Indonesia, perhatian terhadap teknologi pengisian cepat menjadi sangat penting.

Risiko Suhu Tinggi bagi Kesehatan Baterai

Selama proses pengisian, sel baterai EV umumnya beroperasi dalam rentang suhu 68°F hingga 86°F. Suhu yang mencapai 169°F ini dapat memberikan tekanan pada lapisan Solid Electrolyte Interphase (SEI), yang berfungsi sebagai pelindung antara elektrolit dan anoda. Para ahli menyatakan bahwa pemanasan di atas 158°F dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan tersebut, dan paparan berulang dapat mempercepat keausan baterai.

Respons BYD terhadap Kekhawatiran

BYD tampaknya telah mempersiapkan diri untuk menghadapi kritik ini. Saat peluncuran baterai Blade generasi kedua, pihak perusahaan menjanjikan garansi seumur hidup untuk sel baterai dan peningkatan standar retensi kapasitas sebesar 2,5% dibandingkan generasi sebelumnya. Mereka juga menunjukkan ketahanan baterai dengan melakukan pendekatan ekstrem, seperti melakukan short-circuit pada empat sel selama 24 jam tanpa adanya kebakaran atau ledakan.

Persaingan di Industri Baterai Listrik

BYD bukan satu-satunya perusahaan yang berupaya mendorong batas kecepatan pengisian baterai. Meskipun teknologi mereka saat ini lebih cepat dibandingkan dengan beberapa produsen mobil seperti Tesla dan Porsche, pesaing Cina seperti CATL dan Geely juga sedang mengembangkan platform baterai dengan tingkat pengisian yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa industri otomotif tengah berkompetisi untuk menemukan solusi terbaik antara kecepatan pengisian dan daya tahan baterai.

Apa yang Diharapkan ke Depan?

Dengan meningkatnya permintaan untuk pengisian cepat, tantangan untuk mengelola suhu tanpa mengorbankan umur baterai semakin mendesak. CATL, salah satu pesaing utama, mengklaim telah menemukan solusi dengan baterai lithium-ion 5C, meskipun teknologi ini belum tersedia di pasaran. Di Indonesia, dengan semakin banyaknya kendaraan listrik, pemahaman dan perhatian terhadap isu-isu ini menjadi kunci untuk memastikan pengalaman pengguna yang aman dan efisien.

  • 169°F: Suhu tertinggi yang dicatat saat pengisian cepat BYD.
  • 149°F: Batas aman suhu baterai yang direkomendasikan di Cina.
  • 2,5%: Peningkatan standar retensi kapasitas pada baterai Blade generasi kedua.
Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: digitaltrends.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top