Bareskrim Gerebek Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ratusan WNA Diciduk

Penulis: Mardian Syah  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:41:01 WIB
Bareskrim Polri menggerebek markas judi online di Hayam Wuruk, Jakarta Barat, dan mengamankan ratusan WNA.

Bareskrim Polri meringkus ratusan warga negara asing asal enam negara Asia dalam penggerebekan markas judi online di Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Operasi besar-besaran pada Sabtu (9/5/2026) ini menyasar sindikat internasional yang menyulap dua lantai gedung perkantoran menjadi pusat kendali. Polisi menyita puluhan komputer hingga brankas sebagai barang bukti utama aktivitas ilegal tersebut.

menyita puluhan komputer hingga brankas sebagai barang bukti utama aktivitas ilegal tersebut. ISI:

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri melancarkan operasi besar-besaran terhadap jaringan judi online lintas negara. Petugas menyisir sebuah gedung perkantoran di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, yang diduga kuat menjadi pusat kendali sindikat. Penindakan ini menyasar ratusan warga negara asing (WNA) yang mengoperasikan situs perjudian tersebut.

Puluhan personel Korps Brimob Polri bersiaga dengan pengamanan ketat di depan gedung berfasad kaca itu hingga Sabtu (9/5/2026) pagi. Mereka memakai atribut taktis lengkap, mulai dari rompi antipeluru hingga senjata laras panjang. Penjagaan ketat ini bertujuan memastikan lokasi tetap steril selama proses penyidikan berlangsung.

Barang Bukti dan Skema Operasi Sindikat

Penyidik menyita sejumlah barang bukti krusial, termasuk puluhan unit komputer, laptop, brankas penyimpanan, hingga akses ke situs judi online. Sindikat ini diketahui menyewa dua lantai gedung sekaligus untuk menjalankan operasional harian. Ruangan di dalamnya telah dimodifikasi menjadi bilik-bilik kerja yang menyerupai pusat layanan pelanggan perusahaan teknologi.

Saat penggerebekan, ratusan WNA tertangkap basah sedang bekerja di depan monitor masing-masing. Pria dan wanita dewasa duduk berbanjar di meja panjang yang saling berhadapan. Beberapa di antaranya tampak mengenakan masker medis untuk menutupi identitas mereka saat petugas merangsek masuk.

Identitas WNA dari Enam Negara Asia

Para pelaku yang diamankan berasal dari enam negara berbeda di kawasan Asia, yakni:

  • Thailand
  • Vietnam
  • China
  • Myanmar
  • Korea
  • Malaysia

Kehadiran warga asing dari berbagai negara ini memperkuat dugaan bahwa mereka adalah bagian dari sindikat kejahatan siber internasional. Mereka memanfaatkan wilayah hukum Indonesia sebagai basis operasional untuk menargetkan pasar judi online mancanegara maupun domestik. Polisi kini tengah mendalami dokumen keimigrasian dan izin tinggal para pelaku.

Status Penyelidikan dan Pengamanan Brimob

Operasi bermula sejak Jumat (8/5) larut malam dengan pengerahan personel Brimob dalam jumlah besar. Langkah ini mengindikasikan pengungkapan perkara strategis dengan risiko keamanan yang diperhitungkan secara matang. Garis polisi kini telah melintang di area lobi untuk membatasi akses keluar-masuk gedung.

Kondisi di sekitar lokasi pada Sabtu pagi tampak lengang dari aktivitas perkantoran normal. Petugas keamanan internal gedung turut membantu personel kepolisian berjaga di pintu masuk utama. Fokus utama penyidik saat ini adalah memetakan peran setiap individu, mulai dari operator hingga pengelola tingkat atas.

Hingga kini, Divisi Humas Polri belum merinci total pasti tersangka maupun estimasi perputaran uang dari jaringan ini. Awak media masih menunggu rilis resmi dari pejabat berwenang terkait detail teknis penegakan hukum tersebut. Pendataan mendalam terhadap ratusan WNA tersebut masih terus berjalan di lokasi kejadian.

Reporter: Mardian Syah
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top